Hati-Hati! Obat Ini Bisa Jadi Penyebab Utama Kerusakan Ginjal
JAKARTA, GENVOICE.ID - Sejumlah obat yang sering digunakan untuk meredakan nyeri hingga mengatasi infeksi dapat memengaruhi fungsi ginjal. Risiko tersebut dapat meningkat jika obat digunakan dalam dosis tinggi, dikonsumsi terlalu lama, atau diminum tanpa memperhatikan kondisi kesehatan.
Ginjal berperan menyaring limbah dari darah dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Karena itu, penggunaan obat tertentu perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang memiliki penyakit ginjal, berusia lanjut, atau mengalami dehidrasi.
Berikut lima jenis obat yang perlu diwaspadai karena berpotensi menyebabkan gangguan ginjal.
1. Ibuprofen

Ibuprofen merupakan obat antinyeri yang digunakan untuk meredakan nyeri, demam, dan peradangan. Obat ini termasuk golongan antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang dapat mengurangi aliran darah ke ginjal.
Risiko gangguan ginjal meningkat pada orang yang mengalami dehidrasi, memiliki penyakit ginjal, atau menggunakan ibuprofen dalam dosis tinggi maupun dalam jangka panjang.
2. Diklofenak
Diklofenak termasuk obat NSAID yang digunakan untuk mengatasi nyeri dan peradangan, termasuk pada gangguan sendi.
Penggunaan obat ini dapat memengaruhi aliran darah ke ginjal dan meningkatkan risiko cedera ginjal akut, terutama pada orang yang sudah memiliki faktor risiko. Penggunaannya perlu mengikuti dosis dan petunjuk yang dianjurkan tenaga medis.
3. Naproksen
Naproksen digunakan untuk meredakan nyeri dan peradangan, misalnya akibat gangguan sendi. Seperti NSAID lainnya, obat ini dapat memengaruhi fungsi ginjal pada sebagian orang.
Risikonya lebih tinggi pada pasien dengan penyakit ginjal, orang yang mengalami kekurangan cairan, atau mereka yang menggunakan obat lain yang turut memengaruhi fungsi ginjal.
4. Gentamisin
Gentamisin merupakan antibiotik golongan aminoglikosida untuk menangani infeksi bakteri tertentu. Obat ini dapat merusak jaringan ginjal, terutama jika dosisnya tinggi, digunakan dalam waktu lama, atau diberikan kepada pasien dengan gangguan ginjal.
Penggunaannya memerlukan pengawasan medis. Dokter dapat menyesuaikan dosis dan melakukan pemeriksaan fungsi ginjal sesuai kondisi pasien.
5. Amikasin
Amikasin merupakan antibiotik yang digunakan untuk menangani infeksi bakteri tertentu, terutama infeksi serius. Obat ini juga berpotensi menyebabkan kerusakan ginjal sebagai efek samping.
Risiko dapat meningkat apabila pasien memiliki gangguan ginjal sebelumnya atau menggunakan obat lain yang berpotensi merusak ginjal. Oleh karena itu, penggunaan amikasin perlu disertai pemantauan oleh tenaga medis.
Cara Mengurangi Risiko Kerusakan Ginjal
Untuk mengurangi risiko gangguan ginjal, gunakan obat sesuai dosis dan petunjuk dokter. Hindari mengonsumsi beberapa obat antinyeri golongan NSAID secara bersamaan tanpa arahan tenaga medis.
Orang yang memiliki penyakit ginjal atau sedang mengonsumsi beberapa jenis obat sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan obat tambahan. Pemeriksaan darah dan urine juga dapat diperlukan untuk memantau fungsi ginjal.
Perlu diingat, obat-obatan tersebut tidak selalu menyebabkan kerusakan ginjal pada setiap orang. Risikonya bergantung pada dosis, lama penggunaan, kondisi kesehatan, dan kombinasi obat yang dikonsumsi. Jangan menghentikan obat resep tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!