Kenapa Trotoar Sering Dibuat Lebih Tinggi dari Jalan?

Kenapa Trotoar Sering Dibuat Lebih Tinggi dari Jalan?
- (Dok. freepik).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kalau berjalan kaki di kota, kita mungkin jarang memikirkan kenapa trotoar dibuat beberapa sentimeter lebih tinggi daripada permukaan jalan. Padahal, perbedaan ketinggian tersebut punya fungsi yang cukup penting.

Trotoar bukan sekadar jalur yang dipisahkan dari kendaraan. Bentuk dan ketinggiannya juga membantu mengatur ruang antara pejalan kaki, kendaraan, dan aliran air.

Memisahkan Pejalan Kaki dari Kendaraan

Fungsi paling jelas adalah memberikan batas antara area kendaraan dan area pejalan kaki.

Trotoar yang lebih tinggi membuat batas tersebut lebih mudah dikenali.

Kendaraan yang melewati jalan memiliki ruang sendiri, sementara pejalan kaki memiliki area yang lebih terlindungi di sisi jalan.

Tentu saja, trotoar tidak sepenuhnya mencegah kendaraan naik ke atasnya, tetapi perbedaan ketinggian memberikan pemisah fisik tambahan.

Membantu Mengatur Aliran Air

Ketika hujan turun, air perlu diarahkan ke sistem drainase.

Permukaan jalan biasanya dirancang dengan kemiringan tertentu agar air bergerak menuju bagian tepi dan saluran pembuangan.

Trotoar yang lebih tinggi membantu membentuk batas antara permukaan jalan dan area pejalan kaki.

Di banyak jalan, saluran air juga ditempatkan di sekitar area tersebut sehingga air hujan dapat dialirkan tanpa menggenangi seluruh permukaan trotoar.

Melindungi Area Pejalan Kaki dari Kendaraan yang Melintas

Bayangkan jika permukaan trotoar dan jalan benar-benar sama rata tanpa pembatas.

Secara visual, batas antara keduanya akan lebih sulit dikenali.

Trotoar yang sedikit lebih tinggi membuat area pejalan kaki lebih jelas dan membantu memberikan perlindungan tambahan dari kendaraan yang melintas di dekatnya.

Namun, desainnya tetap harus mempertimbangkan akses untuk pengguna kursi roda, stroller, dan orang dengan mobilitas terbatas.

Kenapa Tidak Dibuat Sangat Tinggi?

Kalau trotoar terlalu tinggi, justru bisa menyulitkan orang untuk naik dan turun.

Karena itu, ketinggian trotoar harus mempertimbangkan keseimbangan antara pemisahan area kendaraan dan aksesibilitas.

Di titik tertentu seperti penyeberangan atau akses menuju bangunan, biasanya dibuat bagian yang lebih landai atau menggunakan ramp.

Trotoar Juga Membantu Membentuk Ruang Kota

Selain fungsi teknis, trotoar menjadi bagian dari struktur jalan.

Trotoar menentukan area yang dapat digunakan pejalan kaki dan membantu mengatur hubungan antara jalan, bangunan, parkir, pepohonan, serta fasilitas kota lainnya.

Karena itu, desain trotoar sebenarnya tidak sesederhana membuat jalur semen di samping jalan.

Bentuknya Bisa Berbeda di Setiap Tempat

Tidak semua trotoar memiliki ketinggian dan desain yang sama.

Jalan dengan lalu lintas kendaraan tinggi dapat membutuhkan pemisahan yang berbeda dibandingkan kawasan yang lalu lintasnya rendah.

Jenis jalan, kondisi drainase, kebutuhan aksesibilitas, serta lingkungan sekitar dapat memengaruhi desainnya.

Trotoar Bukan Sekadar "Jalan untuk Jalan Kaki"

Ada banyak fungsi yang bekerja sekaligus di area kecil tersebut.

Trotoar memisahkan kendaraan dan pejalan kaki, membantu pengelolaan air hujan, mengatur ruang jalan, sekaligus menyediakan akses bagi orang yang berjalan kaki.

Jadi, ketika melihat trotoar yang sedikit lebih tinggi dari jalan, sebenarnya ada alasan di balik perbedaan tersebut.

Dan ketika kamu menemukan bagian trotoar yang dibuat landai di dekat penyeberangan, itu juga bukan sekadar perubahan bentuk.

Bagian tersebut dirancang agar perpindahan dari jalan ke trotoar dapat dilakukan dengan lebih mudah dan aman oleh berbagai pengguna jalan.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE