BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Tapi Konsumen Diprediksi Tak Akan "Kabur" ke Subsidi

BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Tapi Konsumen Diprediksi Tak Akan "Kabur" ke Subsidi
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kenaikan harga BBM nonsubsidi yang cukup ekstrem ternyata tidak otomatis membuat konsumen beralih ke BBM subsidi.

Sejumlah pengamat justru menilai potensi migrasi itu relatif kecil, setidaknya dalam kondisi saat ini.

Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, menilai kunci utamanya ada pada keputusan pemerintah yang tidak menaikkan harga Pertamax.

Menurutnya, Pertamax merupakan BBM nonsubsidi dengan basis pengguna terbesar, terutama dari kalangan kelas menengah. Dengan harga yang tetap di Rp12.300 per liter, potensi pergeseran ke Pertalite bisa ditekan.

Fahmy bahkan menyebut skenarionya akan berbeda jika Pertamax ikut naik. Dalam kondisi tersebut, konsumen berpotensi beralih ke BBM subsidi yang lebih murah, yang pada akhirnya bisa membebani anggaran negara.

Sementara itu, kenaikan hanya terjadi pada BBM nonsubsidi dengan spesifikasi lebih tinggi seperti Pertamax Turbo yang kini Rp19.400 per liter, Dexlite Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex Rp23.900 per liter.

Pandangan serupa datang dari peneliti senior CORE Indonesia, Muhammad Ishak Razak. Ia menilai langkah pemerintah menahan harga Pertamax merupakan strategi untuk meredam dampak yang lebih luas, termasuk potensi lonjakan inflasi akibat perpindahan konsumsi ke BBM subsidi.

Namun, kebijakan ini bukan tanpa risiko. Menurutnya, menahan harga BBM nonsubsidi tetap bisa memberikan tekanan pada APBN, karena pemerintah harus menjaga keseimbangan di tengah gejolak harga energi global.

Di sisi lain, pengamat ekonomi dari Universitas Negeri Manado, Robert Winerungan, mengingatkan pemerintah untuk tetap waspada. Ia mendorong adanya aturan lebih tegas agar BBM subsidi tidak disalahgunakan, misalnya dengan membatasi penggunaannya pada kendaraan tertentu.

Dengan kondisi saat ini, kebijakan penahanan harga Pertamax menjadi semacam "rem" agar perpindahan konsumsi tidak terjadi secara masif, sekaligus menjaga stabilitas daya beli masyarakat di tengah lonjakan harga energi.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE