PM Italia Minta Uni Eropa Nggak Bikin Drama Lawan AS Soal Ukraina
JAKARTA, GENVOICE.ID - Perdana Menteri (PM) Italia, Giorgia Meloni bilang kalau Uni Eropa (UE) harusnya nggak ngelawan kebijakan Amerika Serikat (AS) soal Ukraina. Menurut laporan ANSA, media resmi pemerintah Italia, Meloni ngomong gitu pas rapat darurat para pemimpin Eropa di Paris. Tapi dia nggak senang karena rapatnya eksklusif banget, nggak ngajak negara-negara Baltik dan Nordik, padahal mereka yang paling riskan kena imbas kalau perang Ukraina makin panas.
Meloni juga tegas, pertemuan itu nggak boleh berformat "anti-Trump". Menurut dia, AS lagi usaha cari jalan damai, jadi UE juga harus ambil peran yang sejalan, bukan malah bikin ribet.
Di rapat itu, Meloni juga ngegas soal ide Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer yang mau ngirim pasukan penjaga perdamaian Eropa ke Ukraina. Menurut Meloni, itu ide yang ribet banget dan nggak bakal efektif tanpa jaminan keamanan yang jelas buat Ukraina.
"Tawaran itu akan menjadi solusi yang paling rumit dan paling tidak efektif, terutama tanpa jaminan keamanan yang memadai untuk Ukraina," tegas Meloni.
"Oleh sebab itu, perlu melakukan eksplorasi yang lain terutama yang melibatkan AS. "Dalam konteks Euro-Atlantik itulah keamanan Eropa dan Amerika dibangun," tambahnya.
Sebelumnya, pada Senin (17/2), para pemimpin Eropa ngumpul buat bahas kekhawatiran gara-gara Trump yang makin dekat sama Rusia dan kayak pengen nge-cut UE dari perundingan damai Ukraina. Rapatnya dihadiri pemimpin Inggris, Jerman, Polandia, Italia, Denmark, plus Sekjen NATO, Mark Rutte, dan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen.
Abis pertemuan tingkat tinggi AS-Rusia di Riyadh, Arab Saudi, Menlu AS Marco Rubio langsung teleponan sama mitra-mitranya di Eropa, Selasa (18/2). Soalnya, rapat AS-Rusia itu bikin sekutu Eropa waswas karena mereka nggak diajak ngobrol.
Juru bicara Deplu AS, Tammy Bruce, bilang kalau Rubio udah ngejelasin hasil pembicaraan sama Rusia soal usaha ngehentiin perang di Ukraina ke Menlu Perancis, Jerman, Italia, Inggris, dan Perwakilan Tinggi UE untuk Urusan Luar Negeri.
"Kelompok ini sepakat untuk tetap berkomunikasi erat dalam upaya mencapai akhir konflik yang berkelanjutan di Ukraina," kata Bruce, dikutip dari Antara.
0 Comments





- Dalami Peran di Film Lyora, Darius Sinathrya Ingat Hal Membekas saat Donna Agnesia Keguguran
- Film Perang Kota Rilis Poster Kedua, Angkat Kisah Cinta Segitiga di Tengah Revolusi
- Erspo Rilis Jersey Baru Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes Tampil Gagah Jadi Model
- Gak Cuma Buat Gabung OECD, Suap Harus Diberantas Sampai Akar
- Dibintangi Arya Saloka, Film Drama Religi Bertajuk Pintu-Pintu Surga Siap Tayang 13 Februari 2025
- Gegara Hal Ini! Thomas Muller Bakal Hengkang dari Bayern Munchen Akhir Musim
- Mahfud MD Soal Pengakuan Raffi Ahmad Tak di Mobil RI 36: Pejabat Gak Jujur!
- Iconic Tourist Lepas Dua Single Bertajuk "Give it to Me" dan "Oh Honey" Sebagai Pembuka Album Debut
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!