Superholding BUMN Indonesia, Apa dan Bagaimana

W
Winoto
Penulis
News
Superholding BUMN Indonesia, Apa dan Bagaimana
Overview Holding BUMN Sektoral. - (Dok. Overview Holding BUMN Sektoral. Sumber djkn.kemenk).

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara adalah Lembaga koordinator ekonomi seluruh BUMN negeri ini. Dengan kata lain Danantara ini ya super holding BUMN. BUMN sendiri telah memiliki Holding, dan Danantara ini kemungkinan besar akan diplot sebagai induknya.

Tim redaksi Genvoice telusuri dari web kementrian https://www.djkn.kemenkeu.go.id/ dapat kita temukan bahwa Holding BUMN Sektoral telah ada dan masih eksis hingga hari ini dengan beberapa rincian seperti berikut:

a. Tujuan Holding BUMN

  1. Peningkatan penciptaan nilai pasar perusahaan (market value creation);
  2. Menciptakan fleksibilitas anak holding dalam melakukan corporate action;
  3. Meningkatkan keunggulan kompetitif karena akan memberikan fokus dan skala usaha yang lebih ekonomi serta mampu menciptakan corporate leverage;
  4. Membuat BUMN lebih besar, kuat, dan lincah untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat;
  5. Pelaksanaan policy discussion untuk pengembangan bisnis hanya dilakukan pada level induk holding; dan
  6. Memperkuat sinergi dan peran strategis BUMN dalam menunjang program Pemerintah untuk mencapai tujuan nasional.

 

iklan gulaku

b. Manfaat Holding BUMN?

Aspek Keuangan

  • Memperbaiki struktur permodalan, melakukan konsolidasi aset, hutang dan modal keseluruhan sehingga kapasitas leverage lebih meningkat.
  • Menurunkan cost of capital karena kredit rating secara umum menjadi lebih baik.
  • Menciptakan kemandirian keuangan untuk pendanaan yang cukup tanpa bergantung kepada APBN.

Aspek Operasional

  • Penyelarasan model bisnis untuk lebih berdaya saing ditingkat regional dan global.
  • Integrasi mata rantai usaha dari hulu ke hilir yang terputus-putus sebelum ada holding.
  • Mencegah duplikasi dan meningkatkan efisiensi operasional BUMN
  • Menciptakan sinergi baik secara internal maupun lintas sektoral, baik secara lintas BUMN maupun BUMN - swasta.

Aspek Strategis Pengelolaan Portofolio Sektoral

  • Menciptakan skala keekonomian yang memungkinkan implementasi proyek skala besar seperti infrastruktur dan energi.
  • Memungkinkan proses pengambilan keputusan yang lebih cepat secara terintegrasi dan sejalan dengan rencana strategis BUMN kedepan.
  • Sektoral akan lebih fokus dalam mengalokasikan sumber daya (modal, teknologi, dan manusia) untuk pengembangan BUMN yang merupakan kompetensi inti masing-masing sektor.

 

c. Mengapa Holding BUMN Sektoral Dibutuhkan?

Holding BUMN Sektoral dibutuhkan dalam rangka rightsizing BUMN yang dilakukan dengan pendekatan sinergi secara sektoral dan terintegrasi, rencana transformasi BUMN sebagai agen pembangunan nasional, meningkatkan competitive value dari BUMN untuk dapat bersaing di pasar global, serta rencana akselerasi pertumbuhan dan pengembangan BUMN melalui inorganic growth.

 

d. Siapa yang menjadi Induk Holding BUMN?

BUMN yang dipilih sebagai Induk Holding adalah BUMN yang dimiliki oleh Pemerintah serta BUMN yang memegang peranan penting secara sektoral atau berdasarkan Undang-Undang harus tetap menjadi BUMN atau memiliki kemudahan dalam menjadi Induk Holding BUMN.

Nah dari point terakhir inilah kami simpulkan bahwa Danantara-lah yang akan diplot sebagai induk Holding BUMN nantinya.

Demikian sedikit ulasan redaksi Genvoice, jika ada update informasi terkait danantara maupun superholding BUMN nanti kita teruskan lagi ulasannya.

 

  • Tag:
  • BUMN
  • holding
  • superholding

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today
Contraflow Tol Japek Arah Jakarta Dihentikan Gegara Hal Ini
Rivaldi Dani Rahmadi