Superholding BUMN Indonesia, Apa dan Bagaimana
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara adalah Lembaga koordinator ekonomi seluruh BUMN negeri ini. Dengan kata lain Danantara ini ya super holding BUMN. BUMN sendiri telah memiliki Holding, dan Danantara ini kemungkinan besar akan diplot sebagai induknya.
Tim redaksi Genvoice telusuri dari web kementrian https://www.djkn.kemenkeu.go.id/ dapat kita temukan bahwa Holding BUMN Sektoral telah ada dan masih eksis hingga hari ini dengan beberapa rincian seperti berikut:
a. Tujuan Holding BUMN
- Peningkatan penciptaan nilai pasar perusahaan (market value creation);
- Menciptakan fleksibilitas anak holding dalam melakukan corporate action;
- Meningkatkan keunggulan kompetitif karena akan memberikan fokus dan skala usaha yang lebih ekonomi serta mampu menciptakan corporate leverage;
- Membuat BUMN lebih besar, kuat, dan lincah untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat;
- Pelaksanaan policy discussion untuk pengembangan bisnis hanya dilakukan pada level induk holding; dan
- Memperkuat sinergi dan peran strategis BUMN dalam menunjang program Pemerintah untuk mencapai tujuan nasional.
b. Manfaat Holding BUMN?
Aspek Keuangan
- Memperbaiki struktur permodalan, melakukan konsolidasi aset, hutang dan modal keseluruhan sehingga kapasitas leverage lebih meningkat.
- Menurunkan cost of capital karena kredit rating secara umum menjadi lebih baik.
- Menciptakan kemandirian keuangan untuk pendanaan yang cukup tanpa bergantung kepada APBN.
Aspek Operasional
- Penyelarasan model bisnis untuk lebih berdaya saing ditingkat regional dan global.
- Integrasi mata rantai usaha dari hulu ke hilir yang terputus-putus sebelum ada holding.
- Mencegah duplikasi dan meningkatkan efisiensi operasional BUMN
- Menciptakan sinergi baik secara internal maupun lintas sektoral, baik secara lintas BUMN maupun BUMN - swasta.
Aspek Strategis Pengelolaan Portofolio Sektoral
- Menciptakan skala keekonomian yang memungkinkan implementasi proyek skala besar seperti infrastruktur dan energi.
- Memungkinkan proses pengambilan keputusan yang lebih cepat secara terintegrasi dan sejalan dengan rencana strategis BUMN kedepan.
- Sektoral akan lebih fokus dalam mengalokasikan sumber daya (modal, teknologi, dan manusia) untuk pengembangan BUMN yang merupakan kompetensi inti masing-masing sektor.
c. Mengapa Holding BUMN Sektoral Dibutuhkan?
Holding BUMN Sektoral dibutuhkan dalam rangka rightsizing BUMN yang dilakukan dengan pendekatan sinergi secara sektoral dan terintegrasi, rencana transformasi BUMN sebagai agen pembangunan nasional, meningkatkan competitive value dari BUMN untuk dapat bersaing di pasar global, serta rencana akselerasi pertumbuhan dan pengembangan BUMN melalui inorganic growth.
d. Siapa yang menjadi Induk Holding BUMN?
BUMN yang dipilih sebagai Induk Holding adalah BUMN yang dimiliki oleh Pemerintah serta BUMN yang memegang peranan penting secara sektoral atau berdasarkan Undang-Undang harus tetap menjadi BUMN atau memiliki kemudahan dalam menjadi Induk Holding BUMN.
Nah dari point terakhir inilah kami simpulkan bahwa Danantara-lah yang akan diplot sebagai induk Holding BUMN nantinya.
Demikian sedikit ulasan redaksi Genvoice, jika ada update informasi terkait danantara maupun superholding BUMN nanti kita teruskan lagi ulasannya.
0 Comments





- Wanita penunggu Puncak Gunung Lawu, turun gunung hanya setahun sekali saat hari raya Idul Fitri
- Kenapa 1 Dollar Amerika Jadi 8000 Rupiah?
- Korupsi di Pertamina; Kerugian 1 Kuadriliun, Ini Nama-Nama Pelakunya
- Mau Motoran Jarak Jauh atau Touring? Persiapkan Dulu 2 hal Ini Agar Perjalanan Aman
- Arti dan Terjemahan Lirik Lagu If Only - Skyline
- Lirik dan chord kunci gitar Bergema Sampai Selamanya - Nadhif Basalamah
- Harta Hasil Korupsi Dikeluarkan Zakatnya atau Disedekahkan, Bisakah Jadi Suci?
- Cara Daftar SSCASN BKN untuk Persiapan Pembukaan CPNS 2025
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!