Emmanuel Macron Kecam Ancaman Tarif AS, Presiden Prancis Pasang Badan Buat Kedaulatan Greenland!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Dunia politik internasional lagi panas banget nih, Gen. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, baru saja mengeluarkan pernyataan pedas yang ditujukan langsung ke Amerika Serikat. Masalahnya nggak main-main, ini soal ancaman tarif perdagangan yang dilontarkan AS gara-gara urusan Greenland. Perselisihan ini bener-bener bikin heboh karena menyangkut hubungan ekonomi antara Benua Biru dan Amerika yang mendadak menegang di awal tahun 2026. Macron secara terang-terangan menyebut kalau intimidasi yang dilakukan pihak AS sama sekali nggak masuk akal dan nggak bisa diterima oleh akal sehat.
Ketegangan ini bermula dari ambisi lama Presiden AS, Donald Trump, yang pengen banget menguasai pulau terbesar di dunia itu. Macron yang dikenal vokal dalam menjaga solidaritas Eropa menegaskan kalau negara-negara di sana nggak bakal tinggal diam kalau hak kedaulatan sebuah wilayah mulai diganggu dengan ancaman ekonomi. Perselisihan ini bukan cuma soal angka atau pajak barang masuk, tapi sudah menyentuh harga diri bangsa-bangsa di Eropa yang merasa dipojokkan dengan cara-cara yang dianggap kurang elegan dalam diplomasi modern. Macron pun memastikan kalau Prancis bakal jadi garda terdepan buat ngelawan segala bentuk tekanan yang berusaha menggoyang kemandirian negara-negara sahabat mereka di wilayah utara tersebut, Gen.
Pada hari Sabtu, 17 Januari 2026, Macron lewat akun media sosial X miliknya menyampaikan pesan yang sangat kuat. Dia bilang kalau Prancis punya komitmen tinggi terhadap kedaulatan dan kemerdekaan negara mana pun. Alasan itu juga yang bikin militer Prancis mutusin buat ikutan latihan bareng Denmark di Greenland baru-baru ini.
"Tidak ada intimidasi atau ancaman yang akan memengaruhi kami," tegas Macron dengan penuh keyakinan.
Kemarahan Macron ini sebenarnya adalah reaksi spontan setelah Donald Trump mengumumkan rencana gila pada hari yang sama. Trump bilang kalau AS bakal nerapin tarif pajak sebesar 10 persen mulai 1 Februari 2026 buat barang-barang yang asalnya dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, sampai Finlandia. Ancaman ini bahkan makin ngeri karena Trump ngancam bakal naikin tarif jadi 25 persen di bulan Juni nanti kalau kesepakatan buat AS "beli" Greenland nggak kunjung terjadi.
Buat kalian yang belum tahu, Greenland itu sebenarnya adalah wilayah otonom yang masih masuk ke dalam Kerajaan Denmark. Urusan pertahanan dan kebijakan luar negerinya dipegang sama Kopenhagen. AS emang sudah punya pangkalan militer di sana, tapi sejak balik lagi jadi Presiden di tahun 2025, Trump kayaknya makin terobsesi buat bener-bener menguasai pulau tersebut secara penuh.
Macron memperingatkan kalau sampai ancaman tarif ini beneran dijalanin, masyarakat Eropa bakal kasih respon yang kompak dan terkoordinasi. Mereka nggak mau ditekan cuma gara-gara urusan jual beli wilayah yang sebenernya bukan milik AS. Sekarang, mata dunia lagi tertuju ke arah Washington dan Kopenhagen buat liat apakah Trump bakal tetep maju dengan rencana tarifnya atau Eropa yang bakal kasih balasan lebih sadis di sektor perdagangan global, Gen.
Menurut Gen, apakah masuk akal di zaman sekarang sebuah negara mencoba beli wilayah negara lain pakai ancaman pajak, atau ini cuma cara Trump buat cari perhatian dunia saja?
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!