Aki Lemah dan Aki Soak Ternyata Beda, Lho! Ini Penjelasan dan Tips dari Ahlinya

Aki Lemah dan Aki Soak Ternyata Beda, Lho! Ini Penjelasan dan Tips dari Ahlinya
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Permasalahan kendaraan yang sulit distarter kerap kali bikin panik, apalagi saat sedang terburu-buru.

Salah satu penyebab utamanya adalah kondisi aki yang bermasalah. Dari kasus ini, dua istilah sering terdengar, aki lemah dan aki soak. Meski terdengar mirip, ternyata keduanya memiliki perbedaan penting dalam hal penanganan dan kelayakan pemakaian.

Kurniawan, pemilik Toko Aki WSB di Cilandak, Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa aki lemah masih bisa diselamatkan meskipun hanya untuk jangka pendek, sedangkan aki soak harus segera diganti.

"Aki soak sudah tidak bisa dipakai lagi, harus ganti. Kalau aki lemah masih bisa dicas, cuma jangka pendek saja. Jika melebihi usia pakai, percuma aki dicas," ujar Kurniawan.

Menurutnya, perbedaan kondisi tersebut bisa diketahui lewat pengecekan voltase. Aki lemah masih memiliki tegangan yang bisa diisi ulang, tapi tidak bertahan lama. Sementara aki soak sudah tidak bisa menampung daya, meskipun menggunakan alat pengecas dengan tegangan besar.

Gejala yang paling umum dari aki bermasalah adalah motor atau mobil yang susah distarter. Bahkan setelah dicas, tegangan yang tinggi hanya bersifat sementara karena efek suhu panas, dan tidak menjamin kendaraan bisa distarter keesokan harinya.

Sebagai mantan staf Quality Control di Distributor Aki Amaron, Kurniawan memaparkan bahwa voltase aki dalam kondisi normal adalah 12 volt saat mesin mati dan 14 volt saat mesin menyala

Jika voltase di bawah 12 volt, maka aki dinilai sudah lemah. Sebaliknya, bila di atas 14 volt, berarti pengisian terlalu tinggi dan berisiko membuat aki kembung.

"Kalau di bawah itu artinya sel aki udah putus. Misalnya, aki bermasalah dan tegangan di angka 12 volt masih bisa di-jumper, kalau di bawah itu biasanya sudah tidak bisa," jelasnya.

Secara umum, usia pakai aki hanya sekitar dua tahun. Bila sudah mendekati masa pakai atau mulai menunjukkan tanda-tanda lemah, sebaiknya segera diganti untuk menghindari mogok saat berkendara.

"Kalau rusak sebelum dua tahun, tapi mau dicas silakan asal motor ada kick starter. Sekarang kan motor matik jarang ada selahan, lebih baik ganti saja akinya," imbuhnya.

Menariknya, Kurniawan juga menegaskan bahwa aki soak tidak merusak sistem kelistrikan kendaraan, namun hanya berdampak pada penurunan fungsi komponen seperti lampu atau klakson.

"Aki soak enggak ngerusak komponen kelistrikan. Paling salah satunya enggak bisa klakson, lampu redup, segala macem," jelasnya.

Tips Agar Aki Tidak Cepat Tekor atau Soak

Untuk memperpanjang usia aki, Kurniawan memberikan beberapa tips sederhana namun penting:

Motor: Lakukan pengecekan kondisi aki secara berkala untuk memastikan voltase tetap dalam batas normal.

Mobil: Jika jarang digunakan, pastikan rutin memanaskan mesin dan hindari kebiasaan meninggalkan perangkat elektronik dalam kondisi menyala setelah mesin dimatikan.

"Ada orang turun dari mobil terus komponen elektronik masih nyala. Ketika dinyalain lagi, itu nyedot arusnya tinggi, bikin cepat tekor," ujarnya.

Dengan perawatan yang tepat dan pemahaman mengenai kondisi aki, pemilik kendaraan bisa menghindari risiko mogok di jalan sekaligus menjaga performa sistem kelistrikan kendaraan tetap optimal.

 
M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE