Evan ex Enhypen Bicara Masa Lalu Soal Kanker dan Awal Baru Usai Keluar dari Enhypen lewat EP 'Death of Me'
Ungkap Perjuangan Melawan Limfoma Maligna Serta Alasan Memilih Jalur Solo Karier
JAKARTA, GENVOICE.ID -Mantan anggota boy band K-Pop populer Enhypen, Evan (sebelumnya dikenal sebagai Heeseung), resmi memulai langkah barunya di industri musik sebagai solois. Berada di bawah naungan Belift Lab, penyanyi ini merilis album mini (EP) perdananya bertajuk Death of Me yang sarat akan pesan harapan serta pengakuan jujur mengenai perjalanan hidupnya.
Tidak hanya menandai babak baru dalam karier bermusiknya usai hengkang dari grup, Evan juga untuk pertama kalinya secara terbuka membagikan perjuangan pribadinya melawan penyakit kanker di masa kecil yang membentuk nilai hidupnya hingga saat ini.
1. Makna di Balik EP "Death of Me" dan Harapan Evan
Melalui konferensi pers di Grand Peace Palace, Universitas Kyung Hee, Seoul, Evan menjelaskan bahwa nama album terbarunya bukan merefleksikan kematian secara fisik, melainkan simbol eksistensi bermusiknya.
-
Refleksi Musik: Terinspirasi dari kutipan manga populer One Piece, Evan merasa seorang seniman baru benar-benar "mati" ketika karyanya tidak lagi didengar atau dilupakan oleh publik.
-
Keterlibatan Musik: Evan memegang kendali penuh dalam produksi album yang berisi delapan lagu ini. Ia berkontribusi dalam penulisan lirik di seluruh lagu serta ikut menggubah melodi untuk tujuh lagu, termasuk track utama bergenre pop R&B, "Death of Me".
2. Pengakuan Perjuangan Melawan Kanker Limfoma Maligna
Sebelum album dirilis, Evan mengungkapkan fakta mengejutkan melalui wawancara bersama Weverse Magazine bahwa dirinya pernah mengidap dan menjalani pengobatan untuk limfoma maligna (kanker kelenjar getah bening) saat duduk di kelas 4 sekolah dasar.
-
Proses Pengobatan yang Berat: Ia menggambarkan masa-masa terapi kanker anak sebagai proses yang sangat menyakitkan.
-
Misi Memberi Harapan: Keputusannya untuk membagikan kisah masa lalu ini dilandasi keinginan untuk memberikan kekuatan, penghiburan, serta harapan bagi penderita kanker anak di seluruh dunia melalui musik yang ia ciptakan.
3. Tanggapan Mengenai Keputusan Keluar dari Enhypen
Keputusan mengejutkan Belift Lab untuk memisahkan Evan dari Enhypen pada awal tahun sempat menuai gelombang protes dari para penggemar. Menanggapi hal tersebut, Evan menyampaikan pandangannya:
-
Memahami Kekecewaan Fans: Evan mengaku sangat memahami rasa terkejut dan kecewa yang dirasakan oleh para penggemar. Ia bertekad untuk menjawab kekhawatiran tersebut lewat karya yang jujur dan aksi nyata yang positif.
-
Dukungan untuk Enhypen: Meski tidak merincikan alasan mendalam di balik keputusannya berpisah, Evan mengaku sangat bangga melihat pencapaian mantan rekannya yang berhasil menduduki puncak tangga lagu Billboard 200 lewat album The Sin: Bliss. Ia menegaskan tetap memberikan dukungan penuh bagi kesuksesan Enhypen.
Peluncuran EP Death of Me menjadi bukti ketangguhan Evan dalam mengubah rintangan hidup, baik perjuangan melawan penyakit kritis maupun dinamika karier, menjadi sebuah karya seni yang menginspirasi.
Dengan kejujuran emosional dan keterlibatan penuh dalam produksi musiknya, langkah awal Evan sebagai solois diharapkan mampu memberikan dorongan moral serta warna baru bagi para penikmat musik K-Pop di seluruh dunia.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!