Pemilik Kapal Pastikan Spesifikasi Arupadhatu 1 Layak saat Bawa Jurnalis ke Anak Krakatau

Pemilik Kapal Pastikan Spesifikasi Arupadhatu 1 Layak saat Bawa Jurnalis ke Anak Krakatau
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pemilik kapal cepat (speed boat) Arupadhatu 1 memberikan klarifikasi mengenai kelaikan armada kapal yang digunakan rombongan lima jurnalis saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Pihak pemilik memastikan bahwa perahu cepat tersebut berada dalam kondisi sangat layak jalan, memiliki spesifikasi tangguh, dan diawasi oleh awak berpengalaman sebelum bertolak dari pesisir Carita, Pandeglang, Banten.

Penegasan ini disampaikan untuk merespons berbagai spekulasi terkait kondisi kelautan dan keamanan armada pasca-kejadian hilang kontak yang dialami rombongan sejak Senin (7/9/2026).

Spesifikasi dan Kelaikan Armada Kapal

Pihak pemilik menegaskan bahwa Arupadhatu 1 merupakan kapal yang dirancang khusus untuk menerjang kondisi gelombang perairan terbuka. Sebelum disewa oleh rombongan jurnalis, seluruh komponen penting seperti mesin, navigasi, hingga ketersediaan bahan bakar telah diperiksa secara menyeluruh.

Beberapa poin kelaikan kapal yang ditegaskan pemilik meliputi:

  • Kondisi Mesin Prima: Mesin pendorong dipastikan dalam kondisi optimal tanpa ada riwayat kerusakan teknis sebelum keberangkatan.

  • Awak Kapal Berpengalaman: Kapal dikemudikan oleh kapten (nakhoda) dan ABK lokal yang berpengalaman serta sangat mengenal karakteristik lintasan perairan Selat Sunda.

  • Peralatan Keselamatan: Kapal dilengkapi dengan perlengkapan keselamatan standar pelayaran, seperti pelampung keselamatan (life jacket).

Faktor Cuaca dan Kondisi Alam Jadi Perhatian

Pemilik kapal menduga bahwa kendala utama yang dihadapi di lapangan lebih dipicu oleh perubahan cuaca yang ekstrem dan sangat mendadak di perairan Selat Sunda, serta dampak sebaran abu vulkanik pekat akibat letusan Gunung Anak Krakatau.

Meskipun armada dipastikan dalam keadaan layak laut (seaworthy), tingginya arus laut dan buruknya jarak pandang di lokasi kawah diperkirakan menjadi tantangan utama yang menghambat pelayaran rombongan kembali ke dermaga.

Saat ini, pihak pemilik kapal terus berkoordinasi aktif dengan Basarnas, Polairud, serta Tim SAR Gabungan di Posko Utama Dermaga Marina Carita untuk membantu memberikan informasi teknis demi mendukung kelancaran operasi pencarian.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE