Ada Berapa Penumpang yang Terdampak dari Erupsi Gunung Krakatau?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau memicu gangguan signifikan pada sektor penerbangan nasional.
Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, terpaksa ditutup sementara demi menjaga keselamatan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik.
Hingga Minggu (6/9/2026), tercatat sebanyak 923 penerbangan dan 119.215 penumpang terdampak akibat penutupan sementara ini.
Rincian Penerbangan Terdampak
Assistant Deputy Communication & Legal PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi dari penerbangan yang mengalami pembatalan (cancellation), keterlambatan (delay), hingga pengalihan pendaratan (divert).
Rincian penerbangan yang terdampak meliputi:
-
Penerbangan Domestik: 671 penerbangan
-
Penerbangan Internasional: 232 penerbangan
-
Penerbangan Kargo: 20 penerbangan
Penutupan operasional sementara Bandara Soetta diperpanjang hingga pukul 23.59 WIB sembari terus mengevaluasi pergerakan abu vulkanik di udara.
Langkah Penanganan dan Layanan Penumpang (Service Recovery)
Untuk mengurangi penumpukan dan menjaga kenyamanan calon penumpang di terminal, pengelola bandara mengaktifkan skema Service Recovery Activation (SRA). Beberapa fasilitas dan penanganan yang diberikan antara lain:
-
Konsumsi dan Fasilitas Istirahat: Pengelola bandara menyediakan makanan dan minuman ringan serta mengoperasikan area employee lounge sebagai ruang istirahat tambahan bagi penumpang.
-
Tenant Buka 24 Jam: Manajemen telah berkoordinasi dengan para tenant di terminal untuk tetap beroperasi selama 24 jam agar kebutuhan dasar penumpang tetap terlayani.
-
Penyediaan Bus Gratis Ke Luar Kota: InJourney Airports menyediakan fasilitas 8 unit bus gratis tahap awal untuk membantu mobilitas penumpang menuju kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur, seperti Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya.
-
Posko Koordinasi: Penumpang yang terdampak dapat mendaftarkan diri di posko khusus yang disiagakan di Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3.
Keselamatan Penerbangan Jadi Prioritas Utama
Langkah pemulihan operasional penerbangan akan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan faktor keselamatan udara. Pihak otoritas bandara bersama pemangku kepentingan (stakeholder) terus melakukan pemantauan ketat terhadap penyebaran abu vulkanik sebelum memutuskan untuk membuka kembali penerbangan secara penuh.
Bagi para calon penumpang yang memiliki jadwal terbang dari maupun menuju Bandara Soekarno-Hatta, diimbau untuk terus memantau status penerbangan secara berkala melalui maskapai masing-masing.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!