Rupiah Menguat ke Rp17.792 per Dolar AS pada Hari Kemerdekaan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin (17/8/2026), bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rupiah dibuka di level Rp17.792 per dolar AS, menguat 35 poin atau 0,20 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.827 per dolar AS.
Penguatan mata uang Garuda sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang turut bergerak positif terhadap dolar AS. Kondisi tersebut terjadi di tengah pelemahan indeks dolar AS setelah sejumlah data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan perkembangan yang kurang kuat.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai kondisi tersebut turut meningkatkan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed).
"Pelemahan data tersebut memicu ekspektasi bahwa The Fed akan bernada dovish pada risalah pertemuan FOMC pekan ini," ujar Lukman Leong.
Sikap dovish dari The Fed umumnya dipandang sebagai sinyal kebijakan moneter yang lebih longgar. Ekspektasi tersebut dapat memengaruhi pergerakan dolar AS sekaligus memberikan ruang bagi mata uang negara lain, termasuk rupiah, untuk menguat.
Rupiah Diproyeksikan Bergerak di Rp17.750-Rp17.850
Lukman Leong memperkirakan penguatan rupiah masih berpotensi berlanjut sepanjang perdagangan hari ini. Namun, pergerakan mata uang domestik tetap akan dipengaruhi oleh sentimen global dan perkembangan ekonomi Amerika Serikat.
"Rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS pada perdagangan hari ini," kata Lukman.
Dengan demikian, pelaku pasar masih mencermati perkembangan indeks dolar AS serta sinyal kebijakan The Fed yang dapat memengaruhi arah pergerakan rupiah.
Sentimen Politik Domestik Turut Jadi Perhatian
Selain faktor eksternal, pasar juga mencermati perkembangan politik dan ekonomi di dalam negeri. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah telah mengirimkan sejumlah surat presiden atau surpres kepada DPR.
Salah satu surpres tersebut berkaitan dengan pengajuan calon Gubernur Bank Indonesia beserta calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.
"Kami mengirimkan beberapa surpres ke DPR. Tadi kami sudah berkomunikasi dengan DPR dengan Ibu Puan dan Pak Dasco yang sudah secara resmi kami serahkan beberapa surpres, yang pertama adalah mengenai calon Gubernur Bank Indonesia disertai dengan calon Deputi Gubernur Senior," ujar Prasetyo Hadi.
Perkembangan terkait jajaran pimpinan Bank Indonesia menjadi salah satu hal yang turut diperhatikan pelaku pasar karena dapat berkaitan dengan arah kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar rupiah.
Rupiah Menguat pada Perdagangan Pekan Sebelumnya
Sebelum kembali menguat pada perdagangan Senin, rupiah juga mencatat kinerja positif pada akhir perdagangan pekan sebelumnya.
Pada Jumat (14/8), rupiah ditutup menguat 0,22 persen ke level Rp17.820 per dolar AS. Pergerakan tersebut turut didukung laporan inflasi produsen Amerika Serikat yang stabil sehingga memberikan tekanan terhadap indeks dolar AS.
Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu faktor yang memberikan ruang bagi rupiah untuk mempertahankan penguatannya pada perdagangan awal pekan ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!