Bukan Sekadar Tebus Murah, Pertamina Siapkan 8.100 Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

Paket Rp100 ribu berisi kebutuhan pokok, seluruh hasil penjualan akan disalurkan untuk membantu warga terdampak gempa NTT.

Bukan Sekadar Tebus Murah, Pertamina Siapkan 8.100 Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT
Pertamina menggelar Tebus Murah Sembako Peduli Bencana NTT dengan 8.100 paket seharga Rp100 ribu. Seluruh hasil penjualan akan disumbangkan untuk korban gempa. - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pertamina Patra Niaga mengajak masyarakat ikut membantu warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa melalui program Tebus Murah Paket Sembako Peduli Bencana NTT. Program tersebut menghadirkan ribuan paket kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjadi sarana bagi masyarakat untuk menyalurkan bantuan.

Program Tebus Murah ini digelar pada 16-17 Agustus 2026 dengan menyediakan sebanyak 8.100 paket sembako. Hal yang membuat program tersebut berbeda, seluruh hasil penjualan paket akan disumbangkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana gempa di NTT.

Paket Sembako Dibanderol Rp100 Ribu

Setiap paket sembako yang disiapkan Pertamina Patra Niaga dibanderol dengan harga Rp100.000. Dengan membeli paket tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh kebutuhan pokok, tetapi juga turut memberikan kontribusi bagi warga NTT yang tengah menghadapi kondisi sulit akibat bencana.

Isi paket terdiri dari sejumlah kebutuhan sehari-hari yang cukup penting bagi masyarakat. Di dalamnya terdapat 5 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir, 1 liter minyak goreng, serta 1 kaleng sarden berukuran 155 gram.

Program ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian Pertamina Patra Niaga dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Momentum kemerdekaan dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat memperkuat semangat gotong royong dan membantu sesama yang sedang membutuhkan.

Hasil Penjualan untuk Korban Gempa NTT

VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan program tersebut dirancang agar masyarakat dapat ikut membantu korban bencana dengan cara yang sederhana. Setiap pembelian paket sembako nantinya memberikan manfaat ganda karena kebutuhan pokok diperoleh masyarakat, sementara hasil penjualannya disalurkan kepada warga terdampak gempa di NTT.

"Melalui program ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu. Setiap paket yang ditebus bukan hanya menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari dukungan untuk saudara-saudara kita di NTT," ujar Kitty dalam keterangan tertulis.

Kitty menambahkan, seluruh hasil penjualan dari program Tebus Murah tersebut akan digunakan untuk mendukung masyarakat yang terdampak bencana. Dengan mekanisme tersebut, program ini diharapkan dapat membuka ruang partisipasi bagi masyarakat luas untuk ikut meringankan beban korban gempa.

Pertamina Salurkan Bantuan Lewat CSR

Selain menggelar program Tebus Murah, Pertamina Patra Niaga juga menyalurkan bantuan secara langsung melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa di NTT.

Kehadiran berbagai bentuk bantuan diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak melewati masa pemulihan pascabencana. Dukungan dari berbagai pihak menjadi penting agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama proses penanganan dan pemulihan berlangsung.

Program Tebus Murah Sembako Peduli Bencana NTT pun menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dalam merespons bencana. Dengan harga paket yang telah ditetapkan, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok sekaligus ikut berkontribusi dalam membantu korban gempa.

Melalui program tersebut, Pertamina Patra Niaga berharap semangat berbagi dan gotong royong dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Bantuan yang terkumpul nantinya diharapkan mampu memberikan manfaat bagi warga NTT yang masih membutuhkan dukungan setelah terdampak bencana gempa.

A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE