Brasil Ditahan Tunisia, Ancelotti Akui Negara Itu Lebih Susah dari Senegal

Brasil Ditahan Tunisia, Ancelotti Akui Negara Itu Lebih Susah dari Senegal
- (Dok. Antara).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Timnas Brasil harus puas mengakhiri laga terakhir mereka di tahun 2025 dengan hasil imbang 1-1 melawan Tunisia dalam uji coba di Stadion Pierre-Mauroy, Prancis. Carlo Ancelotti tidak menutup-nutupi, dirinya mengatakan bahwa pertandingan ini jauh lebih rumit dari yang ia bayangkan.

Dalam laporan resmi Federasi Sepak Bola Brasil (CBF), Ancelotti menyebut gaya bermain Tunisia benar-benar membuat lini serangnya frustrasi. Tim yang baru saja menaklukkan Senegal 2-0 pada akhir pekan lalu itu justru kerepotan saat bertemu skuad Afrika Utara tersebut.

Tunisia turun dengan blok pertahanan super rapat yang membuat Brasil seperti memukul tembok. "Mereka bertahan sangat dalam. Dengan karakter permainan kami, para penyerang kesulitan menembus pertahanan mereka," kata Ancelotti.

Awal pertandingan juga bukan milik Brasil. Sebuah kelengahan di menit ke-23 membuat Hazem Mastouri membawa Tunisia unggul lebih dulu. Gol itu, menurut Ancelotti, menunjukkan bagaimana timnya sempat tampil buruk dan kurang siap menghadapi tekanan lawan.

Untungnya, reaksi Brasil cukup cepat. Menjelang jeda, Estevao sukses menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti pada menit ke-44. Gol itu membuka peluang kebangkitan, meski akhirnya tak cukup untuk membawa mereka menang.

Secara statistik, Brasil sebenarnya sangat dominan. Fotmob mencatat penguasaan bola Brasil mencapai 74 persen dengan total 22 tembakan. Namun, hanya tiga yang tepat sasaran. Sementara Tunisia bermain disiplin dan defensif, mencatat sembilan blok dan 33 sapuan yang membuat serangan-serangan Brasil terasa mentok sepanjang babak kedua.

Ancelotti menilai timnya sudah bermain lebih baik setelah turun minum, tapi minimnya ruang membuat kreativitas mereka terbatasi. "Kami bereaksi dengan baik dan bisa saja menang. Pada babak kedua, seiring terbatasnya ruang permainan, kami memainkan permainan seperti yang seharusnya," ujarnya.

Laga kontra Tunisia ini menutup kalender pertandingan Brasil di 2025. Meski hasilnya belum maksimal, Ancelotti menegaskan ia akan terus memantau performa para pemain di level klub. Menurutnya, proses ini penting menjelang persiapan menuju Piala Dunia.

"Saya berharap yang terbaik untuk pemain. Kami selalu memantau dan terbuka berkomunikasi sampai kami berkumpul lagi untuk Piala Dunia," ucap pelatih berusia 66 tahun itu.

Tahun berakhir, evaluasi dimulai, dan Brasil masih punya banyak pekerjaan rumah sebelum kembali turun dengan ambisi besar di panggung dunia.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE