Cetak Hattrick di Laga Perdana, Messi Buktikan Dirinya Masih Layak Bersanding di Piala Dunia 2026
JAKARTA, GENVOICE.ID - Lionel Messi langsung mencuri perhatian pada laga perdana Argentina di Piala Dunia 2026. Kapten La Albiceleste itu memborong tiga gol saat membawa timnya menang telak 3-0 atas Aljazair sekaligus menorehkan sejumlah rekor bersejarah di turnamen sepak bola terbesar dunia.
Bermain di GEHA Field at Arrowhead Stadium, Messi membuka keunggulan Argentina melalui tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti pada babak pertama. Dua gol tambahan kemudian lahir pada paruh kedua pertandingan untuk memastikan kemenangan sang juara bertahan.
Penampilan gemilang tersebut membuat Messi menyamai rekor legenda Jerman Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi 16 gol. Hattrick itu juga menjadi yang pertama bagi Messi di ajang Piala Dunia sepanjang kariernya.
Tak hanya itu, pemain berusia 38 tahun tersebut mencatatkan sejarah lain dengan menjadi pesepak bola pertama yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia. Sebelumnya, rekor lima penampilan dipegang sejumlah nama besar seperti Lothar Matthäus, Cristiano Ronaldo, Antonio Carbajal, Rafael Márquez, dan Andrés Guardado.
Momen emosional terjadi setelah gol pertama Messi tercipta. Bintang Argentina itu terlihat meneteskan air mata sebelum akhirnya mengungkapkan bahwa perasaannya tidak sepenuhnya berkaitan dengan sepak bola.
"Saya melalui beberapa hari yang sulit, tetapi saya berterima kasih kepada seluruh tim dan rekan-rekan yang selalu mendukung saya," ujar Messi setelah pertandingan.
Tiga gol ke gawang Aljazair terasa semakin spesial karena tercipta tepat 20 tahun setelah debutnya di Piala Dunia bersama Argentina. Saat itu, Messi juga mencetak gol dalam laga melawan Serbia dan Montenegro pada edisi 2006.
Kemenangan atas Aljazair juga membuat Argentina mengawali upaya mempertahankan gelar dengan sempurna. Messi kini menyamai Klose dalam jumlah kemenangan di Piala Dunia, yakni 17 pertandingan.
Meski terus menambah rekor individu, Messi menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukan fokus utamanya. Menurutnya, keberhasilan tim jauh lebih penting dibanding statistik pribadi.
"Saya merasa terhormat bisa sejajar dengan pemain-pemain hebat seperti Klose dan Ronaldo, tetapi itu hanya angka. Yang terpenting adalah membantu tim," kata pemain yang kini membela Inter Miami tersebut.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni pun mengaku kehabisan kata-kata untuk menggambarkan performa sang kapten. Menurutnya, apa yang dilakukan Messi bukanlah sesuatu yang mengejutkan karena sudah berlangsung selama lebih dari dua dekade.
"Dia telah melakukan hal seperti ini selama 20 tahun. Semua orang yang mencintai sepak bola pasti ingin melihatnya bermain. Apa yang ia berikan kepada dunia sepak bola sangat luar biasa," ujar Scaloni.
Rekan setim Messi juga memberikan pujian. Rodrigo De Paul menyebut kehadiran Messi memberikan pengaruh besar bagi suasana tim, sementara Alexis Mac Allister menilai Argentina harus terus membangun permainan di sekeliling sang kapten.
Kemenangan atas Aljazair menjadi sinyal bahwa Argentina masih menjadi salah satu kandidat kuat juara. Di tengah kemunculan generasi baru yang dipimpin Kylian Mbappe dan Erling Haaland, Messi menunjukkan bahwa dirinya masih mampu bersaing di level tertinggi.
Argentina selanjutnya akan menghadapi Austria sebelum menutup fase grup melawan Yordania. Jika terus mempertahankan performa seperti ini, bukan tidak mungkin Messi kembali menjadi tokoh utama dalam perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!