Drama VAR Liverpool vs Man City di Anfield, Gol Rayan Cherki Dianulir dan Picu Polemik

Drama VAR Liverpool vs Man City di Anfield, Gol Rayan Cherki Dianulir dan Picu Polemik
- (Dok. Detik).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Laga Liverpool kontra Manchester City pada pekan ke-25 Premier League 2025-2026 di Anfield, Minggu (8/2) malam WIB, berakhir dengan kontroversi yang memecah opini publik. Intervensi VAR di masa tambahan waktu membatalkan gol ketiga Manchester City, meski bola sempat bersarang di gawang kosong Liverpool.

Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Liverpool sempat membuka keunggulan lewat Dominik Szoboszlai pada menit ke-74. Namun, Manchester City merespons cepat melalui gol Bernardo Silva, sebelum Erling Haaland membalikkan keadaan lewat titik penalti. Skor 2-1 untuk tim tamu bertahan hingga memasuki injury time.

Drama terjadi saat Liverpool mendapatkan situasi bola mati dan kiper Alisson Becker ikut naik membantu serangan. Momentum tersebut dimanfaatkan City untuk melakukan serangan balik cepat. Rayan Cherki melepaskan tembakan jarak jauh dari setengah lapangan ke arah gawang yang sudah kosong, memicu selebrasi para pemain City.

Wasit Craig Pawson awalnya membiarkan permainan berlanjut dengan menerapkan keuntungan setelah melihat adanya kontak antara Szoboszlai dan Haaland. Namun, VAR kemudian meninjau ulang insiden tersebut. Dari tayangan ulang, Szoboszlai dinilai memiliki peluang untuk menghentikan bola sebelum melewati garis gawang jika tidak terjatuh dalam duel dengan Haaland.

Berdasarkan penilaian tersebut, VAR memutuskan gol Cherki tidak sah karena rangkaian kejadian dianggap berawal dari pelanggaran yang menggagalkan peluang pemain Liverpool. Keputusan itu sekaligus berujung kartu merah bagi Szoboszlai karena dianggap melakukan pelanggaran yang mencegah peluang emas.

Hasil tersebut membuat skor akhir tetap 2-1 untuk kemenangan Manchester City. Keputusan wasit dan VAR langsung memantik perdebatan luas, baik di stadion maupun di media sosial, terutama karena momen tersebut terjadi di detik-detik terakhir laga besar.

Sejumlah pengamat memberikan pandangan berbeda. Gary Neville menilai keputusan tersebut merampas klimaks emosional pertandingan. Ia menyebut aturan memang dijalankan, tetapi dampaknya terasa merugikan penonton yang mengharapkan akhir dramatis.

Sebaliknya, Roy Keane memandang insiden itu justru mempertegas tensi laga papan atas Premier League. Menurutnya, kontroversi semacam ini adalah bagian dari duel besar yang sarat tekanan dan emosi.

Erling Haaland turut menanggapi situasi tersebut. Penyerang asal Norwegia itu mengaku bersimpati kepada Szoboszlai karena menilai kejadian tersebut sulit dihindari. Sementara Pep Guardiola memberikan respons singkat bernada frustrasi, menyinggung keinginan agar gol tersebut tetap disahkan.

Drama VAR di Anfield ini kembali menegaskan perdebatan lama soal keseimbangan antara penerapan hukum permainan dan rasa keadilan di mata penonton. Insiden Liverpool vs Manchester City dipastikan akan menjadi salah satu momen paling dikenang dalam perjalanan Premier League musim 2025-2026.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE