Satu Lagi Pilihan Sekolah Di Depok, Sekolah Dian Harapan Depok

Sekolah Baru

Satu Lagi Pilihan Sekolah Di Depok, Sekolah Dian Harapan Depok
- (Dok. Dok. Istimewa).

DEPOK, GENVOICE - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyambut kehadiran Sekolah Dian Harapan (SDH) Depok sebagai bagian dari ekosistem pendidikan kota sekaligus membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mempersiapkan generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu menghadapi perubahan zaman.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Grand Launching Sekolah Dian Harapan Depok di Depok Town Square, Sabtu (8/8), yang menjadi kelanjutan dari soft launching sebelumnya sekaligus menandai kesiapan SDH Depok bertumbuh bersama masyarakat menuju tahun ajaran 2027/2028.

Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah mengatakan kehadiran SDH Depok diharapkan tidak semata menambah pilihan sekolah bagi masyarakat, tetapi turut memperkuat ekosistem pendidikan di Kota Depok.

Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi masa depan. Oleh karena itu, dibutuhkan keterlibatan banyak pihak agar sekolah tidak berjalan sebagai institusi yang berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Menyiapkan masa depan anak-anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama," kata Chandra.

Pemerintah Kota Depok juga mengapresiasi semangat pendidikan SDH Depok melalui tema "Nurturing Minds, Transforming Lives", yang memandang pendidikan bukan hanya sebagai proses membangun kecerdasan dan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter serta mentransformasi kehidupan.

Chandra berharap SDH Depok dapat ikut melahirkan generasi dengan pengetahuan yang baik, karakter kuat, serta nilai-nilai kehidupan yang menjadi bekal menghadapi masa depan. Untuk mencapai tujuan tersebut, kolaborasi pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi bagian penting dari proses pendidikan.

Pemerintah Kota Depok juga berharap kehadiran SDH Depok dapat memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan pendidikan daerah dan mendukung visi "Bersama Depok Maju", sekaligus ikut mempersiapkan generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045.

Pandangan tersebut sejalan dengan visi pendidikan yang disampaikan Presiden Pelita Harapan Group Dr. Stephanie Riady. Menurut Stephanie, Grand Launching SDH Depok bukan sekadar seremoni pembukaan sekolah, melainkan peneguhan komitmen untuk menghadirkan sebuah rumah pembelajaran yang tumbuh bersama masyarakat Depok.

"Setiap sekolah lahir karena sebuah alasan. Ada yang lahir karena kebutuhan, ada yang lahir karena peluang. Namun saya berharap SDH Depok dikenal sebagai sekolah yang lahir karena sebuah panggilan, yaitu panggilan untuk membentuk manusia," ujar Stephanie.

Menurut Stephanie, ada kualitas-kualitas mendasar yang tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada teknologi, seperti kebijaksanaan, integritas, empati, karakter, serta kemampuan menentukan bagaimana pengetahuan digunakan secara bertanggung jawab.

Maka dari itu, ukuran keberhasilan pendidikan tidak semestinya berhenti pada nilai akademik atau universitas yang menerima seorang lulusan. Pertanyaan yang lebih mendasar adalah manusia seperti apa yang tumbuh dari sebuah proses pendidikan dan bagaimana pengetahuan yang dimilikinya kelak memberi manfaat bagi orang lain.

"Pendidikan tidak hanya bertugas membuat anak menjadi pintar. Pendidikan harus membantu anak menjadi pribadi yang mampu menggunakan pengetahuannya dengan benar, memiliki hati yang peduli, dan keberanian untuk melakukan apa yang benar," katanya.

Selama lebih dari 30 tahun, Sekolah Dian Harapan mengembangkan pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan keunggulan akademik, iman kepada Tuhan, dan pembentukan karakter. Pendekatan tersebut menjadi fondasi yang dibawa ke SDH Depok.

Stephanie menekankan sekolah pada akhirnya bukan semata-mata gedung, ruang kelas, atau fasilitas. Kualitas pendidikan juga lahir dari relasi yang dibangun di dalam komunitas sekolah, terutama hubungan antara guru dan murid, sekolah dan keluarga, serta proses pembentukan nilai dan iman setiap anak.

Baginya, perspektif tersebut menjadi penting karena setiap anak hadir dengan keunikan, talenta, dan potensi yang berbeda. Pendidikan karena itu bukan proses menyeragamkan anak, melainkan membantu mereka mengenali kemampuan, membangun karakter, serta menemukan bagaimana kemampuan tersebut dapat digunakan secara bermakna.

Pemilihan Depok sebagai lokasi pengembangan SDH juga memiliki arti personal bagi Stephanie. Ia melihat Depok bukan hanya sebagai kota penyangga Jakarta, tetapi sebagai kota yang terus bertumbuh dengan keluarga-keluarga yang memiliki aspirasi besar terhadap masa depan pendidikan anak-anak mereka.

"Setiap melihat Depok dan datang ke kota ini, ada perasaan khusus dan panggilan untuk turut berkontribusi. Kota ini menyimpan potensi sebagai kota yang terus bertumbuh, dipenuhi keluarga-keluarga yang memiliki harapan besar bagi masa depan anak-anak mereka," ujar Stephanie.

Dari situlah, menurut dia, hubungan sekolah dan ekosistem kota semestinya dibangun. Sekolah tidak cukup hadir sebagai penyedia layanan pendidikan, tetapi perlu menjadi mitra keluarga dan bagian aktif dari masyarakat tempat sekolah tersebut tumbuh.

Pendekatan itu menemukan titik temu dengan arah Pemerintah Kota Depok yang mendorong keterlibatan pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Dengan model tersebut, investasi pendidikan tidak hanya menghasilkan ruang belajar baru, tetapi juga memperbesar kapasitas sebuah kota dalam membangun kualitas manusianya.

Grand Launching SDH Depok menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang. Setelah soft launching memperkenalkan kehadirannya kepada masyarakat, tahap berikutnya adalah membangun komunitas pendidikan yang mampu menerjemahkan fasilitas, kurikulum, kualitas guru, keterlibatan keluarga, dan nilai-nilai pendidikan menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi setiap anak.

Stephanie juga memberikan perhatian khusus kepada guru dan orang tua sebagai dua unsur penting dalam perjalanan tersebut. Ia menyebut profesi guru sebagai sebuah panggilan karena kata-kata, perhatian, dan keteladanan seorang pendidik dapat membentuk kehidupan seorang anak jauh melampaui ruang kelas.

Sementara kepada orang tua, ia menegaskan bahwa kepercayaan untuk mendampingi pertumbuhan seorang anak merupakan amanah besar yang harus dijaga sekolah dengan penuh tanggung jawab.

"Harapan saya sederhana. Bertahun-tahun dari sekarang, ketika orang mengenang SDH Depok, mereka tidak hanya mengingat gedungnya atau fasilitasnya. Mereka mengingat guru-guru yang menginspirasi, persahabatan yang membentuk mereka, dan nilai-nilai yang menjadi pegangan sepanjang hidup," katanya.

Bagi Stephanie, tujuan akhirnya bahkan melampaui kesiapan menghadapi perubahan. Pendidikan harus memampukan generasi muda ikut menentukan seperti apa masa depan itu dibangun.

"Mari kita bersama-sama membangun generasi yang tidak hanya siap menghadapi masa depan, tetapi juga siap memberi makna bagi masa depan," kata Stephanie.

Grand Launching berlangsung dalam suasana hangat dan penuh interaksi antara keluarga sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan di Depok. Jajaran Pemerintah Kota Depok, termasuk unsur Dinas Pendidikan Kota Depok dan Kecamatan Beji, hadir bersama pimpinan Pelita Harapan Group, para pendidik, orang tua, dan keluarga besar SDH.

M
M Zaki Alatas
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE