DOGE Mulai Bongkar Agen Teknologi Utama AS
JAKARTA, GENVOICE.ID -Setidaknya puluhan pekerja di Technology Transformation Service (TTS), bagian dari Administrasi Layanan Umum (GSA) AS, tiba-tiba dipecat pada Rabu sore. Pemecatan massal ini terjadi sehari setelah pemangkasan serupa di Consumer Financial Protection Bureau (CFPB).
Dilansir dari WIRED, pemutusan hubungan kerja ini tampaknya menyasar pegawai berstatus probasi dan kontrak jangka pendek, termasuk peserta program Presidential Innovation Fellowship yang merekrut teknolog berbakat dari sektor swasta untuk bekerja di pemerintahan selama beberapa tahun. Sekitar 50 dari 70 anggota US Digital Corps, program fellowship pemerintah untuk talenta muda di bidang teknologi, juga turut terkena dampak.
Seorang staf TTS menyebut pertemuan sebelum pemecatan sebagai "sangat koersif." Sebelum pemecatan, manajemen TTS secara individu menemui pegawai dan memberikan kesempatan terakhir untuk mengajukan pengunduran diri, terkait dengan email "Fork in the Road" yang dikirimkan bulan lalu.
Meskipun jumlah pasti pegawai yang dipecat belum dikonfirmasi, beberapa sumber menyebutkan angka bisa mencapai lebih dari 70 orang. Sebelumnya, TTS memiliki sekitar 650 pegawai. Email pemecatan resmi dijadwalkan akan dikirimkan pada Rabu malam, dengan hari terakhir kerja pegawai yang dipecat pada 7 Maret mendatang.
Seorang juru bicara GSA menyatakan bahwa sejak awal, kepemimpinan GSA berkomitmen untuk menyesuaikan ukuran tenaga kerja federal sesuai arahan pemerintah.
"GSA telah mengambil langkah segera untuk menerapkan semua perintah eksekutif yang ada dan siap melaksanakan perintah baru," ujar juru bicara tersebut.
Pada Selasa malam, pemecatan serupa juga terjadi di CFPB, dengan puluhan pegawai, terutama mereka yang bekerja kurang dari dua tahun yang menerima email pemberhentian. Kesalahan dalam sistem pengiriman email menyebabkan pekerja yang dipecat hanya diberi sapaan formal.
Sejak bergabung dengan TTS, Thomas Shedd, mantan insinyur perangkat lunak Tesla, telah memperingatkan tentang kemungkinan pemotongan tenaga kerja. Dalam rapat internal minggu lalu, ia menyatakan bahwa GSA akan beroperasi dengan anggaran yang jauh lebih kecil dan jumlah staf yang lebih sedikit.
Di bawah kepemimpinan baru, GSA berencana mengubah TTS menjadi lembaga yang beroperasi layaknya startup teknologi, dengan fokus pada kecerdasan buatan, otomatisasi proses internal, dan sentralisasi data dari seluruh pemerintah federal. Salah satu proyek utama yang tengah disiapkan adalah peluncuran "GSAi," chatbot AI generatif yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan menganalisis data dalam jumlah besar.
Selain itu, pemerintah berencana menjual lebih dari 500 gedung federal guna menghemat biaya, sembari mendorong pegawai kembali bekerja di kantor secara langsung. Pada Rabu malam, seorang hakim federal mengizinkan pemerintahan Trump untuk melanjutkan rencana pengurangan tenaga kerja federal ini.
0 Comments





- Leverkusen Tersingkir! Bayern Munchen Lolos ke Perempat Final Liga Champions
- 'Captain America: Brave New World' Pimpin Box Office, Hadirkan Tantangan Baru bagi Marvel
- Elizabeth Olsen Kembali ke Film Independen, Tinggalkan Marvel untuk Sementara
- Belgium Dilanda Gelombang Pemogokan, Transportasi Publik Lumpuh, Wisatawan Diminta Waspada!
- Viral Video Warga Hadang Kereta Api di Batubara, Ini Penyebabnya
- Netizen Ungkap Kecemasan terhadap Keselamatan Ferry Irwandi dalam Video Terbaru Miliknya yang Soroti UU TNI
- Kontroversi Kim Sae Ron dan Kim Soo Hyun: Dugaan Hubungan di Masa Lalu Gegerkan Industri Hiburan
- Sony Resmi Luncurkan Layanan Penyewaan PlayStation 5 di Inggris
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!