Apakah Olahraga di Malam Hari Berbahaya bagi Kesehatan?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Olahraga di malam hari semakin populer, terutama di kota-kota besar. Banyak orang memilih berolahraga di malam hari karena kesibukan kerja di siang hari.
Jenis olahraga yang sering dilakukan di malam hari antara lain futsal, bulu tangkis, tenis meja, senam, dan lainnya.
Namun, ada pendapat yang menyebutkan bahwa olahraga di malam hari bisa berbahaya bagi kesehatan jantung. Benarkah demikian?
Dilansir dari Hermina Hospital, waktu terbaik untuk berolahraga di malam hari adalah antara pukul 18:00 hingga 20:00. Pada waktu ini, suhu tubuh berada di titik optimal, sehingga otot lebih fleksibel dan risiko cedera lebih kecil. Selain itu, olahraga di malam hari juga bermanfaat untuk merelaksasi tubuh setelah seharian bekerja.
Namun, sebaiknya hindari olahraga satu hingga satu setengah jam sebelum tidur karena dapat mengganggu kualitas tidur. Hal ini disebabkan oleh peningkatan detak jantung dan suhu tubuh yang membuat tubuh sulit beristirahat dengan optimal.
Meski olahraga di malam hari memiliki manfaat, tidak semua jenis olahraga aman dilakukan. Olahraga anaerobik seperti sepak bola dan tenis yang memiliki intensitas tinggi bisa berdampak pada kesehatan jantung jika dilakukan tanpa persiapan fisik yang memadai.
Oleh karena itu, penting untuk memilih jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh, usia, serta riwayat kesehatan yang dimiliki.
Jika seseorang mengalami serangan jantung saat berolahraga, kemungkinan besar orang tersebut memiliki riwayat penyakit jantung yang belum terdeteksi. Henti jantung atau kondisi jantung berhenti secara tiba-tiba dapat terjadi karena gangguan di jantung dan bisa dipicu oleh dehidrasi atau ketidakseimbangan mineral seperti magnesium dan kalium.
Oleh karena itu, penting untuk menjaga asupan cairan dan nutrisi sebelum serta setelah berolahraga agar tubuh tetap dalam kondisi optimal.
Selain itu, pola hidup sehat juga berperan dalam menentukan apakah olahraga malam berbahaya atau tidak. Jika seseorang memiliki pola tidur yang buruk, kurang asupan makanan bergizi, serta jarang melakukan aktivitas fisik, maka olahraga malam bisa lebih berisiko.
Sebaliknya, bagi mereka yang menjaga kesehatan dengan baik dan rutin berolahraga dengan intensitas yang tepat, olahraga di malam hari bisa tetap aman dan memberikan manfaat positif.
Untuk menghindari risiko, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum melakukan olahraga dengan intensitas tinggi, terutama jika jarang berolahraga atau memiliki faktor risiko penyakit jantung.
Pemanasan yang cukup sebelum berolahraga dan pendinginan setelahnya juga sangat penting untuk mencegah cedera dan menjaga kesehatan jantung.
Olahraga yang dilakukan secara rutin sangat baik untuk kesehatan tubuh, tetapi tetap perlu dilakukan dengan bijak dan tidak berlebihan. Apapun waktu yang dipilih untuk berolahraga, yang terpenting adalah mendengarkan kondisi tubuh dan menyesuaikan jenis serta durasi olahraga dengan kemampuan fisik masing-masing.
Dengan begitu, olahraga dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan dan bermanfaat bagi kesehatan tanpa menimbulkan risiko yang tidak diinginkan. Salam sehat!
0 Comments





- Meta AI Luncurkan 'Imagine', Fitur Canggih untuk Bikin Gambar Instan!
- Tetap Bugar Saat Puasa! 6 Cara Ampuh Jaga Energi Seharian
- Jay Idzes Jadi Incaran Raksasa Serie A! Inter, Milan, dan Napoli Berebut?
- Heydar Aliyev Center: Landmark Megah yang Menjadi Simbol Baku Modern
- Jangan Sampai Anak Sakit Saat Mudik! Ini Tips dari Dokter Anak
- Apakah Properti Masih Jadi Investasi yang Menjanjikan?
- Beasiswa Kuliah S1 di Jepang untuk Pelajar Indonesia
- Nikmati Sensasi Kuliner Marrakech di Paket Buka Puasa Mercure Jakarta Sabang
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!