Gunung Semeru Erupsi 4 Kali dalam Sehari, Kolom Abu Capai 900 Meter, PVMBG Keluarkan Peringatan Keras!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi dengan alami empat kali erupsi hanya dalam waktu beberapa jam pada Jumat (15/8), dengan letusan tertinggi mencapai 900 meter di atas puncak.
Dilansir dari Antara, erupsi pertama terjadi pukul 05.58 WIB dengan kolom abu mencapai 900 meter di atas puncak atau sekitar 4.576 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal terlihat menyebar ke arah utara dan timur laut. Aktivitas ini terekam jelas di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 123 detik.
Erupsi kedua menyusul pada pukul 10.38 WIB. Kali ini, letusan mencapai ketinggian 700 meter di atas puncak (4.376 mdpl), disertai kolom abu putih hingga kelabu yang tebal, mengarah ke timur laut. Durasi letusan tercatat 99 detik dengan amplitudo maksimum 20 mm.
Tak lama setelah itu, tepat pukul 10.44 WIB, Semeru kembali memuntahkan material vulkanik dengan kolom abu setinggi 800 meter (4.476 mdpl), mengarah ke timur. Letusan ketiga ini terekam dengan amplitudo 21 mm dan durasi 106 detik.
Erupsi keempat terjadi pukul 11.21 WIB, namun visual letusan tidak teramati secara langsung. Hingga laporan terakhir dibuat, erupsi keempat tersebut masih berlangsung.
Menurut Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, saat ini status Gunung Semeru masih berada di Level II (Waspada). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pun telah mengeluarkan sejumlah imbauan penting bagi masyarakat.
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 8 kilometer dari puncak di sektor tenggara, khususnya sepanjang Besuk Kobokan. Di luar radius itu, aktivitas juga dilarang dalam jarak 500 meter dari tepi sungai karena potensi awan panas dan lahar dapat meluas hingga 13 kilometer.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak Semeru, karena berpotensi terkena lontaran batu pijar yang mematikan.
Sigit juga mengingatkan warga untuk terus mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan, khususnya di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Wilayah rawan yang perlu diawasi meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai dari Besuk Kobokan.
PVMBG terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Semeru dan meminta masyarakat tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan dari petugas dan pemerintah daerah.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!