JAKARTA, GENVOICE.ID - Aktris Halle Bailey membuka cerita soal pengalaman tidak menyenangkan yang ia alami ketika memerankan Ariel dalam film live action The Little Mermaid.
Saat pertama kali diumumkan sebagai pemeran utama, keputusan casting tersebut sempat menuai reaksi negatif dari sebagian warganet. Bailey menjadi sasaran komentar rasis karena dipilih sebagai karakter ikonik yang sebelumnya dikenal berbeda secara visual dalam versi animasi.
Meski menghadapi tekanan besar, Bailey kini melihat pengalaman tersebut dengan sudut pandang yang lebih tenang. Ia menilai proses itu justru membantunya memahami diri sendiri dan memperkuat mental di tengah sorotan publik.
Dalam wawancara, ia menyebut bahwa The Little Mermaid tetap menjadi pengalaman indah dalam hidupnya. Dari situ, ia belajar untuk lebih fokus pada suara positif dan mengabaikan komentar negatif yang beredar di luar.
Bailey juga mengakui bahwa masa itu terasa membingungkan karena banyaknya opini yang saling bertentangan. Namun, hal tersebut sekaligus menjadi momen penting dalam membentuk identitasnya sebagai seorang artis.
Ia bahkan sempat merasa seperti mengamati dirinya sendiri dari kejauhan ketika melihat reaksi publik. Pengalaman sejak kecil di industri hiburan disebutnya membantu menjaga kestabilan mental di tengah tekanan tersebut.
Selain itu, Bailey mengungkapkan bahwa ia sering mencari ketenangan dengan kembali ke alam agar tetap seimbang dari hiruk pikuk dunia hiburan. Ia menekankan pentingnya tetap membumi dan menjaga hubungan dengan orang-orang terdekat.
Sebelum film dirilis, Bailey sebenarnya sudah memprediksi akan ada reaksi rasis. Ia juga mengingat pesan dari Beyoncé yang menyarankannya untuk tidak membaca komentar di internet agar tidak terpengaruh hal negatif.
Dukungan keluarga juga menjadi faktor penting yang membantunya melewati masa sulit tersebut. Kisah dan pengalaman kakek-neneknya tentang diskriminasi justru memberinya kekuatan tambahan untuk tetap teguh dan percaya diri.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!