Fakta-Fakta Tukang Cukur Bogor soal Bendera Merah Putih Jelang 17 Agustus

Fakta-Fakta Tukang Cukur Bogor soal Bendera Merah Putih Jelang 17 Agustus
- (Dok. Tribun).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Nurhidayat atau yang akrab disapa Kang Abuy, tukang cukur di Desa Bantarkambing, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, akhirnya memberikan klarifikasi terkait video dirinya yang sempat viral karena disebut dimarahi akibat belum memasang bendera Merah Putih.

Kang Abuy bertemu dengan Camat Rancabungur Dita Aprilia untuk membahas peristiwa yang terjadi beberapa hari sebelum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Dalam pertemuan tersebut, Abuy menegaskan tidak pernah mendapat intimidasi dari pihak kecamatan.

"Saya Kang Abuy atau Nurhidayat selaku pengusaha pangkas rambut di Desa Bantarkambing membenarkan bahwasanya tidak ada tindak intimidasi dari kecamatan maupun Bapak Satpol PP yang ikut serta mensosialisasikan untuk pemasangan bendera pada hari itu," kata Abuy dalam video yang diterima detikcom, Kamis (13/8/2026).

Abuy justru menyebut pihak yang memintanya membuat video klarifikasi dan permintaan maaf bukan berasal dari kecamatan. Dia mengatakan ada seseorang yang mengaku sebagai pihak media dan terus merekam serta mengajukan sejumlah pertanyaan ketika dirinya sedang melayani pelanggan.

Menurut Abuy, situasi tersebut membuatnya merasa terganggu saat bekerja. Dia kemudian menegaskan bahwa permintaan untuk membuat video klarifikasi datang dari orang yang disebutnya sebagai pihak media tersebut.

"Adapun yang memaksa saya membuat video klarifikasi adalah dari pihak media tersebut," ujarnya.

Abuy Sebut Tak Pernah Menolak Pasang Bendera

Abuy juga meluruskan anggapan bahwa dirinya menolak memasang bendera Merah Putih. Dia mengatakan pemasangan bendera di depan tempat usahanya dilakukan atas kemauan sendiri dan tidak disertai keterpaksaan.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika Abuy ditanya mengenai bendera yang kini sudah berkibar di depan tempat cukurnya di Jalan Atang Sanjaya, Bantar Jaya, Rancabungur.

"Nggak ada sama sekali. Enggak ada. Jadi udah inisiatif sendiri," kata Abuy.

Sebelumnya, ucapan Abuy mengenai dirinya yang "belum merdeka" juga menjadi sorotan setelah videonya beredar di media sosial. Dia menjelaskan bahwa pernyataan tersebut tidak dimaksudkan untuk menyinggung kemerdekaan Indonesia.

Menurut Abuy, ucapan itu merujuk pada waktu pemasangan bendera. Saat kejadian berlangsung, tanggal 17 Agustus belum tiba sehingga dia menyebut dirinya "belum merdeka" dalam konteks belum memasuki hari peringatan Kemerdekaan RI.

"Sebenarnya enggak menjurus ke situ, ya. Maksud saya itu 'belum merdeka' artinya belum hari H-nya Hari Kemerdekaan. Belum tanggal 17," jelasnya.

Di sisi lain, Abuy mengaku memiliki pemaknaan lain mengenai istilah merdeka jika dikaitkan dengan kondisi kehidupan sehari-hari. Dia menyinggung persoalan ekonomi, mulai dari harga kebutuhan pokok, biaya bensin, jumlah pelanggan hingga penghasilan yang dapat dibawa pulang untuk keluarganya.

"Makna merdeka, ya, dari segi ekonomi sih saya pribadi memang belum merdeka. Masih ngerasa kekurangan lah mungkin. Indonesia udah merdeka, tapi bagi saya, bagi diri saya sendiri itu belum," tuturnya.

Penjelasan Camat Rancabungur

Camat Rancabungur Dita Aprilia turut menjelaskan kronologi kejadian yang berlangsung pada Jumat, 7 Agustus 2026. Menurut Dita, pihak kecamatan memang rutin melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan bersama tim setiap Selasa dan Jumat.

Karena kegiatan tersebut berlangsung pada bulan Agustus, petugas kecamatan sekaligus membagikan bendera Merah Putih kepada masyarakat. Namun, persediaan bendera yang dimiliki kecamatan saat itu sudah semakin terbatas karena telah dibagikan sejak 1 Agustus.

Pembagian pun dilakukan secara selektif karena masih banyak wilayah desa yang membutuhkan bendera. Ketika melewati tempat usaha Abuy, Dita melihat bendera belum terpasang sehingga dia memberikan imbauan.

"Nah, pas di tukang cukur itu karena kan kita juga ya di Rancabungur tahu, oh tukang cukurnya masih muda, masih produktif, ramai juga di situ kan. Nah, waktu itu memang untuk di daerah situ saya sudah habis benderanya, jadi saya imbau gitu. Wah, ini belum pasang bendera, pasang ya gitu," ujar Dita, Rabu (12/8/2026).

Dita mengatakan Abuy saat itu menerima imbauan tersebut. Menurutnya, ajakan memasang bendera merupakan bagian dari upaya mengingatkan masyarakat untuk menunjukkan nasionalisme selama bulan kemerdekaan.

Imbauan serupa juga disebut telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, tahun ini pihak kecamatan lebih aktif mendatangi warga secara langsung karena waktu menuju 17 Agustus semakin dekat.

Dita menyebut imbauan pemasangan bendera tersebut memiliki dasar berupa Surat Edaran Bupati Bogor melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).

Sosok yang Terlibat Adu Mulut Bukan Pegawai Kecamatan

Dita juga meluruskan mengenai sosok yang terlihat terlibat dalam perdebatan dengan Abuy dalam video yang beredar. Menurutnya, orang tersebut bukan pegawai kecamatan.

Dita mengatakan dirinya sempat berhenti untuk beristirahat setelah melakukan perjalanan. Pada saat bersamaan, orang yang disebutnya sebagai "teman media" tersebut berada di lokasi dan membantu memberikan imbauan kepada warga.

Namun, situasi kemudian berubah menjadi adu mulut antara orang tersebut dengan Abuy. Dita menegaskan pihak yang terlibat dalam perdebatan bukan bagian dari jajaran pegawai Kecamatan Rancabungur.

"Itu bukan pegawai kecamatan," tegas Dita.

Dengan klarifikasi dari Abuy dan Dita, persoalan tersebut diketahui bermula dari imbauan pemasangan bendera menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Abuy juga telah menegaskan bahwa dirinya tidak menolak pemasangan Merah Putih dan tidak merasa mendapat intimidasi dari pihak kecamatan.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE