8 Film Perjuangan Indonesia yang Cocok Ditonton untuk Mengisi Libur 17 Agustus
Rayakan 17 Agustus dengan menonton film perjuangan Indonesia. Ada kisah Soekarno, Jenderal Soedirman, Pertempuran Surabaya, hingga Bumi Manusia.
JAKARTA, GENVOICE.ID - Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati setiap 17 Agustus identik dengan upacara, perlombaan, hingga berbagai kegiatan bersama masyarakat. Namun, momen kemerdekaan juga bisa dimanfaatkan untuk mengenang kembali perjalanan panjang bangsa melalui film-film bertema perjuangan.
Tidak sedikit film Indonesia yang mengangkat cerita mengenai perlawanan terhadap penjajahan dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Selain menghibur, film-film tersebut juga dapat memberikan gambaran mengenai pengorbanan para pejuang serta kondisi masyarakat Indonesia pada masa kolonial.
Buat kamu yang ingin mengisi waktu libur dengan tontonan bernuansa sejarah dan nasionalisme, ada sejumlah film yang bisa masuk daftar tontonan. Berikut delapan rekomendasi film perjuangan Indonesia yang menarik disaksikan saat momentum 17 Agustus.
1. Merah Putih (2009)
Merah Putih merupakan bagian pertama dari Trilogi Merdeka yang disutradarai Yadi Sugandi dan Conor Allyn. Film ini mengangkat cerita sekelompok kadet militer yang memiliki latar belakang suku, agama, serta karakter berbeda, tetapi harus bersatu menghadapi agresi Belanda.
Kisahnya berlatar di Jawa Tengah pada 1947 dan mengikuti lima kadet, yakni Amir, Tomas, Dayan, Soerono, dan Marius. Setelah kamp pelatihan mereka diserang dan banyak rekan gugur, para kadet yang selamat kemudian bergabung dengan pasukan gerilya untuk melawan pasukan Belanda.
2. Darah Garuda atau Merah Putih II (2010)
Melanjutkan cerita film sebelumnya, Darah Garuda kembali menghadirkan perjuangan kelompok kadet di tengah perang mempertahankan kemerdekaan. Kali ini, Amir dan rekan-rekannya harus menjalankan misi penting yang membutuhkan kerja sama serta keberanian.
Mereka mendapat tugas rahasia dari Jenderal Sudirman untuk menyerang pangkalan udara strategis milik Belanda di Jawa Barat. Perbedaan suku dan agama yang dimiliki para anggota kelompok tidak menjadi penghalang ketika mereka harus menjalankan misi bersama.
3. Hati Merdeka atau Merah Putih III (2011)
Hati Merdeka menjadi film ketiga sekaligus penutup dari Trilogi Merdeka. Film ini mengikuti kelompok kadet yang dipimpin Tomas dalam menjalankan misi menuju Bali.
Tujuan mereka adalah menghadapi kelompok milisi KNIL yang dipimpin Kolonel Raymer. Namun, perjuangan tersebut tidak berjalan mudah karena kelompok kadet juga harus menghadapi persoalan internal setelah Amir meninggalkan posisi kepemimpinannya.
4. Soekarno: Indonesia Merdeka (2013)
Film Soekarno: Indonesia Merdeka menghadirkan perjalanan kehidupan Presiden pertama Indonesia, Soekarno. Disutradarai Hanung Bramantyo dan dibintangi Ario Bayu, film ini membawa penonton mengikuti berbagai fase kehidupan sang tokoh hingga momentum Proklamasi 17 Agustus 1945.
Cerita dimulai sejak Soekarno masih kecil dan dikenal dengan nama Kusno. Perjalanannya kemudian berkembang hingga masa perjuangan politik, penahanan, pembelaan melalui Indonesia Menggugat, pengasingan di Ende dan Bengkulu, serta kehidupan pribadinya bersama Inggit Garnasih dan Fatmawati.
5. Jenderal Soedirman (2015)
Jenderal Soedirman merupakan film biografi yang menceritakan perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman. Tokoh tersebut diperankan oleh Adipati Dolken dan digambarkan tetap memimpin perjuangan meski tengah menghadapi masalah kesehatan serius.
Kisahnya berlatar ketika Belanda melancarkan Agresi Militer II ke Yogyakarta pada 1948. Dalam kondisi sakit, Jenderal Soedirman tetap memimpin perang gerilya hingga perjuangan tersebut memberikan tekanan besar kepada pihak Belanda.
6. Battle of Surabaya (2015)
Berbeda dari film lainnya, Battle of Surabaya mengemas kisah perjuangan dalam bentuk animasi. Film ini berfokus pada Musa, seorang anak yatim berusia 13 tahun yang bekerja sebagai penyemir sepatu di tengah berkecamuknya perang.
Musa kemudian mendapat tugas sebagai kurir rahasia untuk membantu para pejuang Indonesia. Ia harus mengantarkan pesan, surat, dan kode tertentu di tengah Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945.
7. Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015)
Film biografi Guru Bangsa: Tjokroaminoto mengangkat kisah H.O.S. Tjokroaminoto yang diperankan oleh Reza Rahadian. Film arahan Garin Nugroho ini menggambarkan perjuangan seorang tokoh yang memilih membela masyarakat pribumi di tengah ketidakadilan kolonial.
Tjokroaminoto diceritakan berasal dari keluarga bangsawan Jawa, tetapi tidak memilih hidup nyaman dengan status sosialnya. Ia justru terjun memperjuangkan masyarakat yang menghadapi kemiskinan dan perlakuan tidak adil pada masa Hindia Belanda.
8. Bumi Manusia (2019)
Bumi Manusia merupakan adaptasi dari novel karya sastrawan Pramoedya Ananta Toer. Film yang disutradarai Hanung Bramantyo ini mengambil latar masa kolonial dan mengikuti kehidupan Minke, seorang pemuda pribumi yang mendapat kesempatan bersekolah di HBS.
Kehidupan Minke kemudian berubah setelah ia mengenal Annelies Mellema, perempuan keturunan Indo-Belanda. Selain kisah hubungan keduanya, film ini juga memperlihatkan ketimpangan sosial, diskriminasi, serta kuatnya aturan kolonial yang memengaruhi kehidupan masyarakat pribumi.
Deretan film tersebut bisa menjadi pilihan tontonan untuk mengisi waktu luang saat perayaan HUT Kemerdekaan RI. Cerita yang ditawarkan pun beragam, mulai dari perjuangan para tentara, kisah tokoh nasional, hingga kehidupan masyarakat yang berada di bawah tekanan kolonial.
Menonton film bertema sejarah juga dapat menjadi cara yang lebih santai untuk mengenal kembali berbagai kisah perjuangan bangsa. Jadi, selain mengikuti kemeriahan 17 Agustus, kamu bisa menghabiskan waktu dengan tontonan yang menghibur sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!