Kampus di London Kembangkan AI untuk Lawan Kejahatan Senjata Tajam
JAKARTA, GENVOICE.ID - Sebuah sistem kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terbaru bernama Knife Hunter, yang dikembangkan untuk membantu polisi mengidentifikasi dan melacak asal-usul senjata tajam dengan lebih efisien.
Proyek ini digarap oleh Institute for People-Centred AI dari Universitas Surrey, bekerja sama dengan Kepolisian Metropolitan London, seperti dilansir dari BBC.
Dengan teknologi ini, polisi bisa mencatat senjata yang ditemukan, disita, atau diamankan dengan lebih cepat, sekaligus mendapatkan laporan tentang pola kejahatan dengan senjata tajam.
Tujuannya ialah untuk embantu aparat dalam menegakkan hukum serta memberi wawasan bagi para pembuat kebijakan agar bisa merancang strategi keamanan yang lebih efektif. Universitas Surrey menyebut sistem ini sebagai langkah besar yang diharapkan bisa menciptakan jalanan yang lebih aman untuk semua orang.
Saat ini, Knife Hunter telah diuji coba dalam Operasi Spectre, program Kepolisian Metropolitan yang fokus menangani kejahatan dengan senjata tajam. Prof Miroslaw Bober, kepala proyek ini, berharap teknologi tersebut bisa diperluas ke kepolisian daerah lain serta pemerintah setempat.
"Selama tiga tahun terakhir, kami telah bermitra dengan Kepolisian Metropolitan untuk mengembangkan sistem yang kami yakini dapat merevolusi cara kepolisian di seluruh negeri menangani kejahatan dengan senjata tajam di seluruh negeri," kata pimpinan proyek Institute for People-Centred AI, Prof Miroslaw Bober pada Kamis, (13/2).
"Ini merupakan langkah maju yang besar dalam membantu mengungkap asal usul senjata di komunitas kami," tambahnya.
Statistik terbaru mencatat lebih dari 50.000 kasus kejahatan dengan senjata tajam di Inggris dan Wales dari Juni 2023 hingga Juni 2024 meningkat 4% dibanding tahun sebelumnya.
Salah satu keunggulan utama Knife Hunter adalah kemampuannya mengenali senjata tajam dari berbagai sudut dan kondisi pencahayaan. Sistem ini telah dilatih dengan lebih dari 25.000 gambar dari 550 jenis pisau yang berbeda. Artinya, bahkan perbedaan kecil sekalipun bisa terdeteksi dengan akurat.
Prof Adrian Hilton, direktur Institute for People-Centred AI, menegaskan bahwa inovasi ini hadir di waktu yang tepat. "Kami menunjukkan bagaimana AI yang berfokus pada manusia bisa membawa perubahan nyata bagi kehidupan dan komunitas," ujarnya.
Dengan meningkatnya kasus kejahatan senjata tajam, teknologi seperti Knife Hunter bisa jadi game-changer dalam membantu polisi dan masyarakat menjaga keamanan bersama.
0 Comments





- Siap-Siap! Pencuri Legendaris Kembali Beraksi di "The Sims 4" Setelah 11 Tahun
- Viral! Seorang Ayah di Bekasi Lempar Anak ke Banjir, Netizen Geram
- Aktris Gossip Girl Michelle Trachtenberg Meninggal di Usia 39 Tahun
- Taylor Swift dan Travis Kelce Double Date Bareng Patrick dan Brittany Mahomes Jelang Super Bowl 2025
- Rahasia Awet Muda Nenek 91 Tahun, Hanya Pakai Satu Produk Setiap Hari
- Aktris Anna Sawai Kenakan Gaun Dior yang Dibuat Selama 450 Jam di Golden Globe Awards
- Rumah Sakit di Inggris Pakai AI Buat Deteksi Kanker Paru dalam Hitungan Detik
- Konser Lady Gaga Mayhem Tour Bakal Digelar di Singapura Selama 4 Hari
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!