Isi Surat Terakhir Mahasiswi Unpak Sebelum Jatuh dari Lantai 3: ‘Ira Cape, Ira Nyerah’

Isi Surat Terakhir Mahasiswi Unpak Sebelum Jatuh dari Lantai 3: ‘Ira Cape, Ira Nyerah’
- (Dok. Polresta Bogor Kota).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kasus jatuhnya Ira Siti Nurazizah, mahasiswi semester tiga Universitas Pakuan (Unpak) Bogor, masih terus diselidiki polisi.

Namun, sebuah selembar kertas putih bertinta hitam kini jadi petunjuk penting dalam mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di balik insiden itu.

Surat yang ditulis dengan Bahasa Sunda tersebut diduga merupakan pesan terakhir Ira untuk kedua orang tuanya. Dalam surat itu, Ira menulis dengan nada penuh penyesalan dan rasa putus asa.

"Maafin Ira bu, ayah. Ira cape, Ira nyerah. Mental Ira rusak, mental Ira hancur... Ira gagal jadi anak ibu sareung ayah, gagal jadi anak yang baik," begitu penggalan isi surat yang ditemukan di lokasi kejadian.

Direktur Polsek Bogor Utara, Kompol Waluyo, mengatakan surat itu memperkuat dugaan bahwa Ira sengaja melompat dari lantai tiga Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis kampusnya.
"Dugaan sementara ada indikasi bunuh diri karena ditemukan surat di lokasi," ujar Waluyo, Kamis (13/11/2025).

Hingga kini, kondisi Ira masih kritis dan dirawat intensif di RSUD Ciawi, setelah sebelumnya sempat mendapat perawatan di RS Mayapada. Polisi juga menyebut bahwa keputusan merujuk ke RSUD Ciawi datang dari keluarga karena lokasi rumah yang lebih dekat.

"Korban mengalami luka di bagian pinggul dan kepala. Orang tuanya bilang, Ira enggak pernah cerita apa pun, termasuk soal hubungan asmara," tambah Waluyo.

Sebelumnya, Ira dikabarkan jatuh setelah duduk di pagar pembatas lantai tiga gedung fakultas. Detik-detik kejadian itu terekam kamera pengawas dan sempat beredar di media sosial.

Pihak kampus melalui Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Towaf Totok Irawan, menegaskan bahwa universitas telah bekerja sama dengan kepolisian untuk menyelidiki kasus ini.
"Pihak kepolisian masih mengumpulkan informasi untuk mendalami kronologi serta penyebab terjadinya insiden," ujar Totok.

Totok juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi atau rekaman video terkait peristiwa tersebut. "Kami menyampaikan keprihatinan mendalam dan berharap kondisi korban segera membaik," katanya.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE