Gagal Move On! Mahasiswa UTM Nekat Nyamar Berhijab, Bawa Sempol Demi Minta Maaf ke Mantan

Gagal Move On Ekstrem! Mahasiswa UTM Nekat Nyamar Berhijab, Bawa Sempol Demi Bertemu Mantan di Kos Putri

Gagal Move On! Mahasiswa UTM Nekat Nyamar Berhijab, Bawa Sempol Demi Minta Maaf ke Mantan
Mahasiswa yang terlibat kasus penyusupan di Bangkalan tersebut diwajibkan menandatangani surat pernyataan. - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Aksi seorang mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berinisial MAF (21) di Bangkalan, Jawa Timur, menjadi viral setelah ia nekat menyamar sebagai perempuan berhijab dan menyelinap masuk ke dalam kos putri. Tindakan ini dilakukan MAF demi bertemu mantan kekasihnya.

Mahasiswa tersebut diamankan oleh warga setempat dan polisi saat keluar dari kos putri pada Kamis (23/10). Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung, menjelaskan bahwa penangkapan ini terjadi secara kebetulan.

"Kebetulan anggota Samapta Polres Bangkalan tengah patroli dan mendapati kerumunan. Usai mengetahui dari warga ada kejadian itu, anggota langsung menuju lokasi dan mengamankan mahasiswa tersebut bersama salah satu penghuni kos untuk dimintai keterangan," ujar Ipda Agung.

Motif Pelaku: Ingin Meminta Maaf

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa motif di balik penyamaran tersebut adalah untuk menemui mantan pacarnya yang berinisial IF (21). Pelaku, kata Agung, nekat masuk diam-diam ke kos putri demi meminta maaf kepada mantan kekasihnya.

Polisi juga menepis kabar yang beredar di media sosial mengenai temuan senjata tajam atau minuman beralkohol pada pelaku. Ipda Agung memastikan bahwa MAF hanya membawa makanan ringan.

"MFA diketahui hanya membawa makanan ringan berupa sempol yang hendak diberikan kepada mantan pacarnya," tegasnya.

Agung menambahkan, berdasarkan pengakuan pelaku, ia dan mantan pacarnya masih menjalin komunikasi meskipun hubungan asmara mereka telah berakhir.

Meskipun demikian, kasus ini tidak dilanjutkan ke proses hukum. Setelah diamankan, MAF diminta membuat surat pernyataan bermeterai yang berisi janji untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Pihak kepolisian kemudian mengimbau agar masyarakat dapat menyelesaikan permasalahan pribadi dengan cara yang baik tanpa melanggar ketertiban umum.

Bagaimana tanggapanmu dengan kasus unik yang satu ini Gen? Dari adanya peristiwa ini kita bisa belajar bahwa semua masalah itu bisa dikomunikan dengan baik-baik, kalau nekat seperti peristiwa ini di atas ini, khawatir akan ada pelaku-pelaku lainnya seperti yang dilakukan MAF.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE