5 Rekomendasi Film tentang Susahnya Cari Kerja, Dijamin Relate dengan Kehidupan Nyata

5 Rekomendasi Film tentang Susahnya Cari Kerja, Dijamin Relate dengan Kehidupan Nyata
- (Dok. Fox News).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Mencari pekerjaan bisa menjadi perjalanan panjang yang dipenuhi penolakan, persaingan, tekanan ekonomi, hingga kebingungan menentukan arah karier. Bagi sebagian orang, mendapatkan pekerjaan bukan sekadar soal menemukan posisi yang sesuai kemampuan, tetapi juga tentang bertahan hidup ketika kesempatan yang tersedia semakin terbatas.

Situasi tersebut cukup sering diangkat ke dalam film. Cerita tentang pencari kerja hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari drama yang emosional hingga komedi dan thriller yang menghadirkan persoalan dunia kerja dari sudut pandang berbeda.

Jika sedang mencari tontonan yang menggambarkan pahit-manis perjuangan memperoleh pekerjaan dan menghadapi kehidupan profesional, berikut lima film yang bisa menjadi pilihan.

1. "Problemista"

https://images.openai.com/static-rsc-4/hRk9jLdHFYFzMYSh9iEuzH2W4Pu31OjfZYteSu8n2ClacAY8Ulr5etsWArDqGjGvIv1AA9e4UzKkh26nx0GlWimH4Fzw5fkiV57Ekk89a3-AWBKVRCaPXR41BOkN6GSneCVPBliq-Jx_MpPVeD-lt4pHrsxcF31ZoSQp534mUj9uRANyzony_DrN-BBDG-sL?purpose=fullsize

"Problemista" merupakan film komedi surealis yang ditulis dan disutradarai Julio Torres. Film yang dirilis pada 2023 ini dibintangi Torres bersama Tilda Swinton, RZA, Greta Lee, Catalina Saavedra, James Scully, dan Isabella Rossellini sebagai narator.

Cerita mengikuti Alejandro, seorang calon desainer mainan asal El Salvador yang berusaha mengembangkan ide-ide kreatifnya di New York. Namun, perjalanan tersebut menjadi semakin sulit setelah ia kehilangan pekerjaan di sebuah fasilitas penyimpanan jenazah secara kriogenik.

Kehilangan pekerjaan membuat status imigrasinya ikut terancam. Alejandro hanya memiliki waktu 30 hari untuk mendapatkan pekerjaan baru dari pihak yang bersedia menjadi sponsor visanya.

Dalam situasi tersebut, Alejandro bertemu Elizabeth, seorang kritikus seni eksentrik yang diperankan Tilda Swinton. Elizabeth menawarkan bantuan untuk urusan sponsorship dengan syarat Alejandro membantunya menyelenggarakan pameran karya mendiang suaminya.

Pertemuan keduanya kemudian membawa Alejandro menghadapi berbagai situasi absurd yang berkaitan dengan pekerjaan, birokrasi, imigrasi, dan perjuangan mempertahankan masa depan.

Melalui gaya surealis dan humor yang khas, "Problemista" memperlihatkan betapa rumitnya mencari pekerjaan ketika seseorang juga dibebani persoalan ekonomi dan status hukum di negara lain.

2. "The Graduates"

https://images.openai.com/static-rsc-4/kueJu-FGDEwfbSKJeCaZGtvHFIsGtC0EIUfWGXm3vykZGV4got6Ug76hxX3kBA2t04p6gEkDnhVpYDJ2DWlN4Nh1zigjyG7r2EIAV4ycEnbHrJCG5WQSeSAL10ZVKCL9WnOMw6macxh_hAjXaU6Bav3IompSoPhaj1kxUjIs1cTTazaTy3I182WxL-UPciEr?purpose=fullsize

"The Graduates" merupakan drama yang disutradarai Hannah Peterson dalam debut penyutradaraannya. Film ini dibintangi Mina Sundwall, Alex R. Hibbert, Yasmeen Fletcher, Ewan Manley, John Cho, Maria Dizzia, dan Kelly O'Sullivan.

Film tersebut pertama kali diputar dalam Tribeca Festival pada 10 Juni 2023 sebelum mendapatkan perilisan lebih luas pada 2024. Ceritanya berpusat pada Genevieve, seorang siswi SMA yang mempersiapkan kelulusan setahun setelah kekasihnya meninggal akibat penembakan di sekolah.

Meski tidak sepenuhnya berfokus pada pencarian pekerjaan, "The Graduates" menggambarkan masa transisi menuju kehidupan dewasa dengan berbagai ketidakpastian yang menyertainya. Genevieve dan orang-orang di sekitarnya harus menghadapi duka, trauma, rasa bersalah, sekaligus pertanyaan mengenai masa depan setelah meninggalkan bangku sekolah.

Kehidupan setelah kelulusan menjadi gambaran mengenai fase ketika seseorang mulai menentukan arah hidup, termasuk pendidikan, pekerjaan, hubungan sosial, dan tujuan pribadi.

Film ini cocok bagi penonton yang ingin melihat cerita mengenai pencarian jati diri dan masa depan setelah sekolah. Tekanan untuk menentukan langkah berikutnya membuat kisahnya cukup dekat dengan pengalaman banyak anak muda yang mulai memasuki dunia kerja.

3. "Send Help"

https://images.openai.com/static-rsc-4/udo_dKcR9UIRkjfFbBNldrDOjIuyh5wB9b94DSvZJ-QvgTt18Vcr7D3rTijovtl3lDp11JM7XM1geBnm0ta3trmkWNGuWYbHwkQGwkQzfd_hPAIcsiO9De0Q0BHbA0JInbP2hVv0VkB1nB3Mlrh0JoNhXk3WRUcWC4WQZ64AHVqNRTaYAH-vk1860ECbAI-F?purpose=fullsize

"Send Help" membawa persoalan dunia kerja ke dalam genre survival thriller. Film arahan Sam Raimi ini dibintangi Rachel McAdams, Dylan O'Brien, Edyll Ismail, Xavier Samuel, Chris Pang, dan Dennis Haysbert.

Rachel McAdams berperan sebagai Linda Liddle, seorang karyawan kompeten yang bekerja di divisi Strategi dan Perencanaan sebuah perusahaan konsultan. Meski memiliki kemampuan dan bekerja keras, Linda merasa kariernya tidak berkembang karena terus diremehkan di lingkungan kerja.

Harapannya untuk mendapatkan promosi juga pupus ketika posisi tersebut justru diberikan kepada Bradley Preston yang diperankan Dylan O'Brien. Bradley merupakan teman dekat keluarga pemilik perusahaan dan baru mengambil alih bisnis setelah ayahnya meninggal.

Persaingan dan ketegangan di tempat kerja kemudian berubah menjadi situasi ekstrem. Linda dan Bradley menjadi dua orang yang selamat dari kecelakaan pesawat dan terdampar di sebuah pulau terpencil.

Keduanya dipaksa bekerja sama untuk bertahan hidup meski sebelumnya memiliki hubungan profesional yang buruk. Persoalan mengenai ketidakadilan di tempat kerja pun turut terbawa ke dalam perjuangan mereka.

Dengan perpaduan thriller, survival, dan humor gelap, "Send Help" tidak hanya membahas perjuangan mempertahankan hidup, tetapi juga kritik terhadap relasi kuasa, favoritisme, dan rasa frustrasi ketika kerja keras tidak mendapatkan penghargaan yang sepadan.

4. "The Unemployment Club"

https://images.openai.com/static-rsc-4/6_LLhMYG0eda53uYDrRNHRVJimcOIoxmcj5-im3CmUJ8jXM2FHXiJZirabSrHY33g6UqNPh-fN_MQ_RSHi7JZ5jD1LDnsSF1RX0FQz6HEkYcCnKMk8d4b9gRCA9dbdQwb7AKF_WvRzITbTfXfdo2jI6-juVp0I99-XUtPqRadQ-ggjp1UikmV3SVjF0YWEj0?purpose=fullsize

Bagi yang mencari tontonan lebih ringan, "The Unemployment Club" bisa menjadi pilihan. Film komedi asal Spanyol yang disutradarai David Marqués ini dibintangi Carlos Areces, Fernando Tejero, Adrià Collado, dan Eric Francés.

Film yang dirilis pada 2021 tersebut menceritakan sekelompok orang dari latar belakang berbeda yang bertemu dalam sebuah klub bagi para pengangguran. Tempat tersebut kemudian menjadi ruang bagi mereka untuk berbagi cerita mengenai pengalaman kehilangan pekerjaan dan sulitnya kembali memasuki dunia kerja.

Kehilangan pekerjaan tidak hanya berdampak terhadap kondisi finansial. Para tokohnya juga harus menghadapi persoalan emosional, hilangnya rasa percaya diri, serta tekanan sosial akibat status sebagai pengangguran.

Alih-alih menyampaikan persoalan tersebut dengan pendekatan yang terlalu serius, film ini menggunakan komedi untuk memperlihatkan berbagai situasi yang dialami para karakter.

Di tengah kesulitan mendapatkan pekerjaan, persahabatan dan solidaritas menjadi salah satu sumber dukungan bagi mereka. "The Unemployment Club" pun menghadirkan gambaran bahwa seseorang tidak harus menghadapi masa sulit sendirian.

5. "A Real Job"

https://images.openai.com/static-rsc-4/nYfoMZWtCs22L_eKPpiPBF-S14_6tNa6h7DG353Z7x8ZELSwDnxuHE9EfzzapLx-9ZWQIcg_yQQ3SvpcmSaqWhqaFEKAiOQ9pv9lnCLNdRgoH0tAx9vnxBGJVurD9zIATh6Qe2chsZLochZ3nvVI4qhpchW1o9lqkpEr2CuZBr9Vz0s0ep-PJsJleQhBEc37?purpose=fullsize
"A Real Job" atau "Un métier sérieux" merupakan film drama komedi asal Prancis arahan Thomas Lilti. Film ini dibintangi Vincent Lacoste, François Cluzet, Adèle Exarchopoulos, Louise Bourgoin, William Lebghil, Lucie Zhang, dan Bouli Lanners.

Cerita berfokus pada seorang pria yang kesulitan menemukan pekerjaan tetap sesuai bidang yang diinginkannya. Kondisi tersebut akhirnya membuatnya mencoba profesi lain dengan menjadi guru pengganti di sebuah sekolah menengah.

Memasuki lingkungan pendidikan membuatnya bertemu dengan para guru yang juga menghadapi berbagai persoalan dalam pekerjaan. Mereka harus berhadapan dengan tuntutan profesi, pendapatan yang terbatas, ketidakpastian karier, hingga status pekerjaan yang tidak selalu memberikan rasa aman.

"A Real Job" menggambarkan realitas orang-orang yang harus mengubah rencana ketika pekerjaan sesuai keinginan sulit didapatkan. Mengambil pekerjaan alternatif bukan selalu berarti menyerah terhadap cita-cita, tetapi dapat menjadi cara untuk bertahan sekaligus menemukan arah baru.

Perpaduan drama dan komedi membuat film ini terasa ringan meski mengangkat persoalan yang cukup dekat dengan kehidupan pekerja. Kisahnya menunjukkan bahwa perjalanan karier tidak selalu berjalan sesuai rencana dan kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dalam menghadapi dunia kerja.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE