AS Minta Nvidia Bayar Komisi 15 Persen untuk Penjualan Chip AI ke China
JAKARTA, GENVOICE.ID -Pemerintah Amerika Serikat (AS) dilaporkan meminta raksasa teknologi Nvidia membayar komisi 15 persen dari pendapatan penjualan chip kecerdasan buatan (AI) mereka ke China. Kebijakan ini lahir dari kesepakatan langsung antara CEO Nvidia Jensen Huang dan Presiden Donald Trump, hanya beberapa hari sebelum izin penjualan kembali diberikan.
Latar Belakang Kesepakatan
The Verge mengutip laporan The New York Times dan The Financial Times yang menyebutkan bahwa pemerintahan Trump menginstruksikan Nvidia dan AMD menyetorkan 15 persen dari hasil penjualan chip AI ke China sebagai bentuk komisi kepada pemerintah federal. Trump sendiri mengonfirmasi bahwa negosiasi terjadi secara langsung. Awalnya, ia meminta 20 persen, namun Jensen Huang menawar hingga menjadi 15 persen.
"Saya bilang, 'Dengar, saya ingin 20 persen untuk menyetujui ini bagi Anda'," kata Trump merujuk pada perundingannya dengan Huang.
"Dan dia berkata, 'Bisakah Anda membuatnya menjadi 15?' Jadi kami menegosiasikan kesepakatan kecil," ia menambahkan.
Chip yang Diizinkan Masuk China
Setelah kesepakatan tercapai, AS mengizinkan pengiriman dua jenis chip:
-
Nvidia H20
-
AMD MI308
Keduanya adalah versi modifikasi dari GPU AI utama yang telah disesuaikan agar memenuhi aturan ekspor AS ke China. Chip ini memiliki kinerja yang diturunkan dibanding model original untuk menghindari risiko teknologi strategis jatuh ke pihak asing.
Kontroversi dan Kekhawatiran
Pemerintah China sempat menyuarakan kekhawatiran bahwa chip H20 mungkin memiliki backdoor yang bisa dimanfaatkan pemerintah AS untuk tujuan intelijen. Trump menepis kekhawatiran tersebut dengan menyebut chip H20 sebagai teknologi lama yang "China sudah punya". Ia bahkan membuka peluang penjualan chip generasi Blackwell ke China, asalkan kinerjanya dipangkas 30-50 persen.
Dampak Finansial
Menurut perkiraan The New York Times, kesepakatan ini bisa mendatangkan pendapatan 2 miliar dolar AS per tahun bagi pemerintah AS. Angka tersebut menjadi insentif besar bagi pemerintahan Trump, sekaligus jalan kompromi bagi Nvidia dan AMD agar tetap bisa menjangkau pasar China, salah satu pasar AI terbesar dunia.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!