Barcelona Keok Dibantai 0-4 oleh Atletico Madrid, Mampukah Hansi Flick Putar Nasib di Leg 2?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Atletico Madrid tampil menggila saat menghajar FC Barcelona dengan skor telak 4-0 pada leg pertama semifinal Copa del Rey. Bertanding di kandang sendiri, tim asuhan Diego Simeone menunjukkan performa menyerang yang luar biasa sejak menit awal.
Petaka bagi Barcelona dimulai lewat gol bunuh diri Eric Garcia. Backpass yang ia kirim kepada kiper Joan Garcia justru meluncur di bawah kaki sang penjaga gawang dan masuk ke gawang sendiri. Gol tersebut langsung mengubah ritme pertandingan dan membuat tim tamu tertekan.
Pada menit ke-14, Atletico menggandakan keunggulan. Antoine Griezmann, yang musim ini menjadi top skor kompetisi, melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dihentikan, sekaligus mempertegas dominasi tuan rumah atas mantan klubnya.
Barcelona sempat mendapat peluang lewat Fermin Lopez yang membentur mistar, namun secara keseluruhan Atletico tampil jauh lebih efektif. Gol ketiga lahir pada menit ke-33 melalui rangkaian serangan cepat. Giuliano Simeone mengirim umpan matang yang diteruskan Julian Alvarez kepada Ademola Lookman untuk diselesaikan menjadi gol.
Menjelang turun minum, Alvarez mencatatkan namanya di papan skor dengan sepakan jarak jauh keras yang tak terbendung. Gol tersebut sekaligus mengakhiri puasa golnya selama dua bulan.
Di babak kedua, Barcelona sempat mencetak gol lewat Pau Cubarsi setelah menerima umpan dari Robert Lewandowski. Namun, gol itu dianulir setelah tinjauan VAR selama delapan menit yang menyatakan posisi offside. Durasi pengecekan tersebut menyamai rekor penghentian VAR terlama musim lalu di ajang FA Cup saat AFC Bournemouth menghadapi Wolverhampton Wanderers.
Nasib buruk Barcelona belum berhenti. Lima menit jelang laga usai, Eric Garcia kembali menjadi sorotan setelah menerima kartu merah usai tinjauan VAR karena melanggar Alex Baena yang berpeluang mencetak gol.
Hasil ini menjadi pukulan berat bagi Barcelona yang musim lalu menyingkirkan Atletico di fase yang sama sebelum akhirnya mengangkat trofi ke-32 mereka. Kini, tantangan besar menanti di leg kedua yang akan digelar pada 3 Maret.
Pelatih Hansi Flick dituntut menemukan solusi cepat jika ingin menjaga peluang lolos ke final. Dengan defisit empat gol, Barcelona membutuhkan performa nyaris sempurna di kandang untuk membalikkan keadaan dan menjaga asa meraih gelar musim ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!