JAKARTA, GENVOICE.ID - Industri video game kembali diramaikan dengan kabar besar dari semesta aksi paling brutal di layar lebar. Pada 12 Februari 2026, proyek game AAA terbaru berbasis karakter John Wick resmi diumumkan dalam ajang State of Play milik Sony. Game ini dipastikan meluncur untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC, meski tanggal rilis resminya masih dirahasiakan.
Proyek ambisius tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Saber Interactive dan Lionsgate, dengan keterlibatan langsung tim kreatif film John Wick. Sutradara Chad Stahelski serta aktor utama Keanu Reeves turut ambil bagian dalam pengembangan, memastikan nuansa dan kualitas tetap setia pada materi aslinya.
Berbeda dari adaptasi sebelumnya seperti John Wick Chronicles dan John Wick Hex yang dinilai belum sepenuhnya menangkap intensitas aksi filmnya, proyek terbaru ini digadang-gadang menjadi pengalaman paling autentik bagi penggemar Baba Yaga. Kedua game terdahulu bahkan telah dihapus dari sejumlah platform distribusi digital, meninggalkan ruang besar untuk proyek AAA ini mengambil alih panggung.
Secara cerita, game ini akan mengangkat kisah orisinal yang berlatar waktu sebelum peristiwa "Impossible Task", momen legendaris dalam mitologi John Wick. Pendekatan ini membuka peluang eksplorasi karakter, konflik baru, serta perluasan dunia kriminal bawah tanah yang selama ini hanya disinggung dalam film. Atmosfer neo-noir yang menjadi ciri khas waralaba tetap dipertahankan.
Keanu Reeves tidak hanya meminjamkan rupa digitalnya, tetapi juga kembali mengisi suara karakter utama. Kehadirannya memberi jaminan kontinuitas antara versi film dan adaptasi interaktif. Cuplikan trailer yang ditampilkan di State of Play memang lebih banyak bersifat sinematik, namun sempat memperlihatkan potongan gameplay dengan kualitas visual yang memukau.
Dari sisi mekanisme, Saber Interactive merancang sistem pertarungan baru yang menitikberatkan pada gaya gun-fu-perpaduan tembak-menembak dan koreografi bela diri yang menjadi identitas John Wick. Pemain dijanjikan aksi brutal, pergerakan kamera dramatis, hingga adegan kejar-kejaran intens. Lingkungan dalam game juga diklaim akan menjadi elemen penting dalam gameplay, bukan sekadar latar.
Reputasi Saber Interactive menjadi salah satu faktor yang meningkatkan ekspektasi publik. Studio ini sebelumnya sukses lewat Warhammer 40,000: Space Marine 2 yang mencatat jutaan penjualan dan mendapat pengakuan di ajang The Game Awards. Pengalaman tersebut diharapkan mampu diterjemahkan ke dalam kualitas produksi yang setara atau bahkan melampaui standar industri.
Game ini akan hadir sebagai single-player third-person action untuk pemain dewasa, sejalan dengan karakteristik kekerasan bergaya yang menjadi DNA waralaba. Hingga kini, judul resmi game belum diumumkan dan jadwal peluncuran masih menunggu konfirmasi lanjutan.
Momentum peluncuran proyek ini dinilai tepat. Waralaba John Wick terus berkembang lewat empat film box office, serial The Continental, serta film spin-off Ballerina yang dibintangi Ana de Armas. Dengan dunia cerita yang semakin luas, adaptasi game AAA ini berpotensi menjadi bagian penting dalam ekspansi semesta John Wick.
Kini, para penggemar tinggal menunggu detail lanjutan. Satu hal yang pasti, Baba Yaga siap kembali-kali ini bukan hanya di layar lebar, tetapi langsung di tangan para pemain.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!