Spotify Siapkan 5 Miliar Dolar AS untuk Dibayar kepada Musisi Independen
JAKARTA, GENVOICE.ID - Spotify baru saja memperbarui laporan tahunan Loud and Clear pada Rabu (13/3), mengonfirmasi bahwa untuk tahun kedua berturut-turut, raksasa streaming ini membayarkan separuh royalti mereka kepada musisi independen.
Dilansir dari The Hollywood Reporter, dari total 10 miliar dolar AS yang dibayarkan Spotify kepada pemegang hak musik sepanjang tahun 2023, sekitar 5 miliar dolar AS diberikan kepada label indie dan artis independen. Angka ini meningkat 500 juta dolar AS dari tahun sebelumnya.
"Ini menunjukkan pilihan dan peluang yang dimiliki artis saat ini," ujar Sam Duboff, Kepala Global Pemasaran dan Kebijakan Bisnis Musik Spotify kepada The Hollywood Reporter.
"Streaming memungkinkan artis untuk lebih mengendalikan karier mereka sendiri. Ada yang memilih jalur label besar dengan kontrak bernilai fantastis, ada pula yang tetap bersama label independen dengan mendapatkan porsi royalti lebih besar. Bahkan banyak juga artis mandiri yang sepenuhnya mengelola musiknya dan menyimpan 100 persen dari royalti mereka," tambahnya.
Laporan ini dirilis hanya beberapa minggu setelah Spotify mengumumkan keuntungan tahunan penuh pertamanya sejak didirikan pada 2006, setelah 18 tahun beroperasi. Loud and Clear pertama kali diluncurkan pada 2021 sebagai inisiatif Spotify untuk meningkatkan transparansi dalam sistem pembayaran royalti kepada musisi.
Meski telah membantu membangkitkan industri rekaman dari keterpurukan akibat pembajakan di era 2000-an, Spotify tetap mendapat kritik dari para musisi, terutama dari kalangan independen, yang menilai pendapatan dari streaming masih sangat kecil. Masalah ini semakin pelik karena sebagian besar lagu di platform tersebut bahkan tidak mendapatkan jumlah streaming yang cukup untuk memenuhi syarat monetisasi.
Selain itu, tahun lalu Spotify juga menuai kontroversi dari komunitas penulis lagu karena strategi bundling yang mengakibatkan turunnya tarif royalti bagi mereka. The Mechanical Licensing Collective bahkan sempat menggugat Spotify atas kebijakan tersebut, meski gugatan itu akhirnya ditolak oleh pengadilan pada Januari 2024. Dalam laporan Loud and Clear terbaru, Spotify mengungkapkan bahwa mereka telah membayarkan 4,5 miliar dolar AS kepada penulis lagu dan penerbit musik dalam dua tahun terakhir.
"Jumlah orang yang mengunggah musik ke platform akan selalu lebih banyak daripada jumlah orang yang berhasil menghasilkan uang dari sana. Tugas kami adalah memberikan transparansi sebanyak mungkin mengenai ekosistem ini, dan kami berharap pihak lain dalam industri juga ikut melakukannya," kata Duboff.
Laporan Spotify juga menegaskan bahwa sektor musik independen semakin menarik perhatian industri musik global. Di penghujung 2024, Universal Music Group, label musik terbesar di dunia, mengeluarkan 775 juta dolar AS untuk mengakuisisi Downtown Music Holdings, perusahaan induk dari platform distribusi musik CD Baby dan FUGA. Sementara itu, Concord juga dikabarkan tengah bernegosiasi untuk membeli saham di platform distribusi musik Stem.
Spotify juga melaporkan bahwa jumlah artis yang menghasilkan royalti setidaknya 1 juta dolar AS pada 2024 mencapai 1.500 orang, naik dari 1.350 pada tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, jumlah artis yang memperoleh royalti dari Spotify telah meningkat tiga kali lipat sejak 2017.
Selain itu, Spotify mencatat adanya pergeseran tren musik global. Musik dalam delapan bahasa berbeda, Inggris, Spanyol, Jerman, Portugis, Prancis, Jepang, Korea, dan Italia, masing-masing menghasilkan lebih dari 100 juta dolar AS dalam royalti sepanjang tahun 2023. Sebagai perbandingan, pada 2017, hanya bahasa Inggris dan Spanyol yang mencapai angka tersebut. Bahasa dengan pertumbuhan royalti tertinggi tahun lalu adalah Yunani, Telugu, Turki, Polandia, dan Arab.
"Kita melihat lonjakan artis dari pasar musik yang sebelumnya kurang berkembang, kini dapat mengakses royalti global. Ini membuktikan bahwa ada banyak peluang baru bagi musisi yang mungkin 20 tahun lalu tidak pernah terbayangkan," ujar Duboff.
Dengan semakin berkembangnya musik independen dan meningkatnya diversifikasi bahasa dalam industri streaming, masa depan bagi musisi di seluruh dunia tampaknya semakin terbuka lebar.
0 Comments





- Dewa United Esports Jalani Latihan Khusus di Tengah Libur Lebaran 2025
- OpenAI dan Elon Musk Sepakat Percepat Sidang Gugatan, Pertarungan Hukum Semakin Memanas!
- Paris Fashion Week 2025 Telah Dimulai: Perpaduan Warisan, Avant-Garde, dan Tren Masa Depan
- Piastri Menangi GP China, Posisi Lawson Terancam?
- Amerika Blokir Akses Perpustakaan Kanada
- Ini 10 Alasan Kamu Harus Mengunjungi Italia pada Tahun 2025!
- Perjalanan George Foreman: Dari Medali Emas Olimpiade hingga Juara Tertua Kelas Berat
- Apple Tunda Peningkatan AI untuk Siri Hingga 2026, Apa Alasannya?
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!