Empat Keluarga Asal Inggris Gugat Tiktok Atas Kematian Anak Mereka

N
Nayla Shabrina
Penulis
Techno
Empat Keluarga Asal Inggris Gugat Tiktok Atas Kematian Anak Mereka
- (Dok. BBC).

JAKARTA, Genvoice.id - Empat keluarga asal Inggris yang menggugat TikTok atas dugaan kematian tragis anak-anak mereka menuduh raksasa teknologi tersebut tidak memiliki rasa empati dan tanggung jawab.

Dalam wawancara eksklusif dengan program Sunday with Laura Kuenssberg di BBC One, para orang tua ini mengatakan bahwa mereka membawa kasus ini ke pengadilan untuk mencari keadilan dan mengetahui kebenaran di balik kejadian yang merenggut nyawa anak-anak mereka.

Para orang tua tersebut percaya bahwa anak-anak mereka meninggal setelah mencoba mengikuti tren berbahaya yang sempat viral di TikTok pada tahun 2022. Meskipun TikTok mengklaim telah melarang dan memblokir pencarian terkait tantangan tersebut, perusahaan tersebut tetap dianggap lalai dalam mencegah penyebaran konten berbahaya.

Gugatan ini diajukan di Pengadilan Tinggi Negara Bagian Delaware, AS, oleh Social Media Victims Law Center atas nama ibu Archie Battersbee, Hollie Dance; ibu Isaac Kenevan, Lisa Kenevan; ibu Julian "Jools" Sweeney, Ellen Roome; serta ayah Maia Walsh, Liam Walsh atas dugaan anak-anak tersebut meninggal ketika mencoba tantangan 'mati lampu' di Tiktok.

iklan gulaku

Mereka menuntut TikTok dan perusahaan induknya, ByteDance, dengan tuduhan bahwa algoritma platform tersebut dirancang untuk membuat anak-anak kecanduan dan terus menerus terpapar konten berbahaya.

Salah satu orang tua, Lisa Kenevan, menuduh TikTok melanggar aturan yang mereka buat sendiri, termasuk kebijakan untuk tidak menampilkan atau mempromosikan konten berbahaya.

"Mereka perlu melihat bukan hanya pada kami, tetapi juga pada para orang tua di seluruh dunia, bukan hanya di Inggris, tetapi di mana pun," katanya, dikutip dari BBC pada Minggu, (10/2).

"Kami ingin TikTok terbuka, membantu kami. Mengapa menahan diri untuk memberi kami data? Bagaimana mereka bisa tidur nyenyak di malam hari?" lanjut Kenevan.

Sementara itu. Ellen Roome, ibu dari Jools, kini tengah memperjuangkan undang-undang yang memungkinkan orang tua mengakses akun media sosial anak mereka setelah mereka meninggal. Dia berusaha mendapatkan data dari TikTok yang bisa memberikan petunjuk lebih lanjut tentang apa yang sebenarnya terjadi pada putranya.

Gugatan yang dilayangkan merujuk kepada ByteDance yang dianggap menciptakan algoritma yang secara sengaja membuat anak-anak kecanduan platform mereka, dengan mendorong mereka untuk terus menggulir konten tanpa henti.

Para orang tua menegaskan bahwa anak-anak mereka tidak pernah secara aktif mencari konten berbahaya, tetapi algoritma TikTok justru menyajikan konten tersebut kepada mereka.

TikTok sendiri menegaskan bahwa mereka telah melarang tantangan berbahaya sejak tahun 2020 dan secara aktif menghapus 99% konten yang melanggar aturan sebelum ada laporan dari pengguna.

Perusahaan ini juga mengklaim telah bertemu dengan Ellen Roome untuk membahas kasusnya, meskipun mereka mengatakan bahwa hukum mengharuskan mereka menghapus data pribadi kecuali ada permintaan resmi dari penegak hukum sebelum data tersebut dihapus.

Namun, bagi para orang tua yang kehilangan anak mereka, jawaban dari TikTok tidak cukup. Mereka ingin transparansi, keadilan, dan yang paling penting, perubahan nyata agar tragedi serupa tidak terulang kembali.

  • Tag:
  • balita
  • Pesawat
  • Tips
  • teknologi
  • TikTok
  • Anak muda
  • Inggris

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today