Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi, BPBD Lampung Ingatkan Warga Tetap Waspada

Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi, BPBD Lampung Ingatkan Warga Tetap Waspada
- (Dok. Kementerian ESDM).

JAKARTA, GENVOICE.ID - BANDAR LAMPUNG - Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung hingga Rabu (9/9/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung mengingatkan masyarakat dan seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan karena fase erupsi gunung api tersebut belum dinyatakan berakhir.

Analis Bencana BPBD Lampung Wahyu Hidayat mengatakan, laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan Gunung Anak Krakatau masih mengalami sejumlah erupsi dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satunya terjadi pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Erupsi tersebut berlangsung selama 15 detik.

Aktivitas kembali tercatat berdasarkan laporan MAGMA Indonesia Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Rabu (9/9/2026) pukul 00.47 WIB dengan durasi sekitar 28 detik.

"Gunung Anak Krakatau sekarang masih fase erupsi, dan kita harus terus meningkatkan kewaspadaan, karena fase erupsinya secara total belum bisa dikatakan berakhir," ujar Wahyu di Bandar Lampung, Rabu.

Menurut Wahyu, potensi dampak erupsi, khususnya penyebaran abu vulkanik, turut dipengaruhi oleh ketinggian kolom erupsi serta arah angin. Kondisi angin menjadi salah satu faktor penting yang menentukan wilayah mana yang berpotensi terdampak.

Saat aktivitas erupsi sebelumnya meningkat, abu vulkanik sempat dirasakan di sejumlah wilayah Lampung. Beberapa daerah yang terdampak antara lain Lampung Selatan, Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, dan Lampung Barat.

Wahyu menjelaskan, sebagian kecil abu vulkanik terbawa angin menuju sejumlah wilayah tersebut. Namun, sebagian besar material abu justru bergerak ke arah laut atau Samudra.

"Akibat faktor arah angin tersebut, serpihan abunya sebagian kecil terbawa dan mengarah ke enam kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, dan beruntungnya yang besarnya justru banyak ke samudra," kata Wahyu, dikutip Antara.

Saat ini, arah pergerakan abu dilaporkan menuju barat laut dan barat daya. BPBD Lampung berharap arah angin tidak berubah sehingga abu vulkanik tidak kembali terbawa menuju wilayah daratan Lampung.

Wahyu mengatakan kombinasi antara kolom erupsi yang tinggi dan arah angin menuju daratan dapat meningkatkan potensi dampak sekunder berupa abu vulkanik. Karena itu, masyarakat diminta tetap mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang selama Gunung Anak Krakatau masih berada dalam fase erupsi.

"Kita berharap dan berdoa supaya dua elemen ini tidak berkumpul, yaitu ketinggian erupsi dan arah angin yang mengarah ke daratan kita atau ke arah utara dari Gunung Anak Krakatau untuk mengurangi dampak sekunder berupa abu. Namun, semua harus terus meningkatkan kewaspadaan, karena masih dalam fase erupsi," ujarnya.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE