Heboh! Pacu Jalur Diaku Malaysia, Fadli Zon: Sudah Sah Jadi Budaya Indonesia

Heboh! Pacu Jalur Diaku Malaysia, Fadli Zon: Sudah Sah Jadi Budaya Indonesia
Pacu Jalur viral, sampai-sampai diklaim milik Malaysia. - (Dok. wonderfulimages.kemenparekraf.go.id).

Heboh! Pacu Jalur Diaku Malaysia, Fadli Zon: Sudah Sah Jadi Budaya Indonesia

JAKARTA, GENVOICE.ID - Malaysia klaim Pacu Jalur, Fadli Zon tegas bilang itu budaya asli Indonesia yang sudah resmi terdaftar.

Jagat media sosial ramai membahas soal Pacu Jalur, tradisi balap perahu khas Riau yang tiba-tiba diklaim sebagai budaya Malaysia.

Warganet Indonesia langsung bereaksi keras, tak terima budaya asli Tanah Air diakui negara tetangga.

Gara-gara tarian anak di ujung perahu yang unik banget, tradisi Pacu Jalur yang berasal dari Kuantan Singingi (Kuansing), Riau ini, jadi viral dikenal ke mana-mana.

Bahkan videonya sampai rame di luar negeri lewat tren "Aura Farming". Tapi sayangnya, ada aja netizen yang mengakui kalau tradisi ini asalnya dari Malaysia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon langsung buka suara. Ia menegaskan bahwa Pacu Jalur sudah sah tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia sejak lama.

"Kementerian Kebudayaan juga sudah mencatatkan itu sebagai warisan budaya takbenda nasional, jadi namanya WBTB Indonesia, jadi sudah lama," ucap Fadli Zon.

Jadi, tenang aja ya Gen, budaya ini murni milik Indonesia, kok.

Pacu Jalur nggak cuma seru ditonton, tapi juga bukti kekayaan budaya Indonesia yang wajib dijaga dan dilestarikan.

Posisi Anak Coki jadi highlight di video tren "Aura Farming" yang lagi viral di media sosial.

Biasanya posisi ini diisi anak-anak karena tubuh mereka lebih ringan, jadi tidak menghambat laju perahu.

Tapi gerakan Anak Coki bukan cuma buat seru-seruan, ada filosofinya juga lho, Gen! Kalau jalurnya lagi memimpin lomba, Anak Coki bakal nari penuh semangat sampai garis finish.

Begitu sampai, mereka langsung sujud sebagai wujud syukur ke Tuhan, unik sekali ya!

Lambaian tangan ke sungai itu bentuk penghormatan ke Batang Kuantan, sungai tempat lomba digelar.

Gerakan kaki yang lincah menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir yang gesit dan harmonis.

Sementara tangan terbuka ke atas jadi simbol rasa syukur atas keselamatan dan rezeki yang melimpah.

Tradisi Pacu Jalur nggak cuma soal lomba perahu, tapi juga penuh makna dan jadi simbol kekayaan budaya Indonesia.

Yuk, kita jaga dan lestarikan bareng-bareng, biar budaya hebat kayak gini nggak diakuin negara lain.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE