Isi Tas Misterius Diplomat Kemlu Sebelum Ditemukan Tewas: Ada Obat, Laptop, Tapi Nggak Ada HP

Isi Tas ADP Ditemukan di Gedung Kemlu, Polisi Ungkap Ada Barang Belanjaan hingga Rekam Medis

Isi Tas Misterius Diplomat Kemlu Sebelum Ditemukan Tewas: Ada Obat, Laptop, Tapi Nggak Ada HP
Rekaman CCTV memperlihatkan momen terakhir diplomat muda Kemlu, ADP, sebelum ditemukan tewas. - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), ADP (39), makin bikin penasaran Gen. Polisi akhirnya mengungkap isi tas yang sempat ditinggalkan korban di gedung Kemlu sebelum ditemukan meninggal dunia secara misterius di kosannya, kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Jadi ceritanya, sehari sebelum jasadnya ditemukan, ADP sempat mampir ke gedung Kemlu dan ninggalin sebuah tas gendong plus belanjaan di dekat tangga rooftop lantai 12. Lokasi persisnya? Di samping tangga darurat. Tas itu kemudian ditemukan tim penyidik saat olah TKP.

Menurut AKBP Reonald Simanjuntak dari Polda Metro Jaya, isi tasnya lumayan bikin kaget. Ada laptop, pakaian baru yang abis dibeli, beberapa obat-obatan, nota belanja, sampai perlengkapan kantor. Tapi yang paling menarik, ada juga rekam medis rawat jalan dari salah satu RS umum di Jakarta, tertanggal Juni 2025.

Sebelum ke Kemlu, ADP juga diketahui sempat mampir ke mall buat belanja. Setelah itu, ia menghabiskan waktu selama 1 jam 26 menit di rooftop gedung Kemlu, sendirian. Sayangnya, setelah itu, ia ditemukan tak bernyawa keesokan paginya dengan wajah terbungkus plastik dan lakban kuning di kamar kosnya.

Yang bikin makin misterius, ponsel korban hilang entah ke mana. Padahal, HP bisa jadi kunci penting buat mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Sampai sekarang, polisi dan Kompolnas sama-sama belum berhasil menemukan jejak keberadaan ponsel tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary, dan Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, sepakat kalau jejak digital HP itu penting, tapi belum tentu jadi penentu utama penyebab kematian.

Polda Metro Jaya memastikan penyelidikan kasus ini pakai metode scientific investigation alias penyelidikan berbasis ilmiah, jadi publik diharapkan bersabar menunggu hasil resminya.

Kasus kematian ADP, diplomat muda Kementerian Luar Negeri, masih menyimpan banyak misteri. Hingga kini, polisi terus menyelidiki jejak digital dan fakta-fakta di balik kematian tragis ini.

Dengan hilangnya ponsel korban, penyelidikan semakin kompleks. Publik berharap pihak berwajib segera mengungkap kebenaran dan memberikan kejelasan atas tewasnya sosok yang dikenal cerdas dan berdedikasi itu.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE