Viral! Bocah Pacu Jalur Rayyan Arkan Dikha "Aura Farming" Dinobatkan Jadi Duta Pariwisata Riau
JAKARTA, GENVOICE.ID -Gubernur Riau, Abdul Wahid, resmi mengangkat Rayyan Arkan Dikha, bocah penari Pacu Jalur yang viral dengan julukan "Aura Farming" sebagai Duta Pariwisata Riau. Keputusan ini diumumkan dalam sebuah acara di Pekanbaru sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Dikha dalam mempromosikan budaya lokal ke kancah nasional dan internasional melalui media sosial.
Rayyan Arkan Dikha, yang berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi, mencuri perhatian publik setelah videonya menari di atas perahu tradisional Pacu Jalur viral di berbagai platform digital. Aksi lincah dan ekspresifnya sebagai "Anak Coki", penari yang berdiri di ujung perahu saat lomba Pacu Jalur berlangsung menjadi simbol semangat dan keunikan budaya Riau.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Abdul Wahid juga memberikan beasiswa pendidikan kepada Dikha sebagai bentuk dukungan terhadap masa depannya. Menurutnya,fenomena viralnya Dikha adalah bukti nyata bahwa era digital dapat menjadi alat efektif untuk melambungkan kearifan lokal. Ia berharap penghargaan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Riau untuk lebih mencintai dan melestarikan budaya daerah.
"Jasanya besar, untuk itu hari ini saya nobatkan sebagai Duta Pariwisata Riau. Saya juga memberikan beasiswa pendidikan kepada Dikha, semoga ini bisa bermanfaat untuknya," ujar Wahid, dikutip dari Antara, Selasa (8/7).
Dikha sendiri mengaku tidak menyangka akan diundang ke Kantor Gubernur dan menerima penghargaan tersebut. Ia bahkan sempat memperagakan kembali tarian Pacu Jalur di hadapan para pegawai Pemerintah Provinsi Riau yang menyambutnya dengan tepuk tangan meriah.
"Wah saya senang. Gak nyangka sebelumnya bakalan ketemu Pak Gubernur terus diapresiasi jadi Duta Pariwisata Riau," ungkapnya.
Menari di atas perahu panjang yang bergoyang kencang bukanlah hal mudah. Dikha mengaku belajar secara otodidak dan harus menjaga keseimbangan tubuh agar tetap tampil maksimal di tengah derasnya arus sungai dan semangat para pendayung. Dedikasi dan keberaniannya menjadi inspirasi baru dalam pelestarian budaya tradisional di era digital.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!