Putra Ali Khamenei, Mojtaba, Jadi Pemimpin Baru Iran: Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar Akibat Perang

Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran terjadi di tengah konflik regional yang memicu lonjakan tajam harga minyak dunia.

Putra Ali Khamenei, Mojtaba, Jadi Pemimpin Baru Iran: Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar Akibat Perang
Putra Ali Khamenei, Mojtaba, Jadi Pemimpin Baru Iran. - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Iran memasuki babak baru dalam kepemimpinan politiknya setelah Mojtaba Khamenei, putra dari Ayatollah Ali Khamenei, ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi negara tersebut. Penunjukan ini diumumkan oleh Dewan Ahli Iran pada Senin (9/3), menandai bahwa kelompok garis keras tetap memegang kendali pemerintahan di tengah konflik regional yang sedang berlangsung.

Mojtaba Khamenei diketahui merupakan putra kedua dari Ali Khamenei yang sebelumnya memimpin Iran selama puluhan tahun. Ia berusia sekitar 56 tahun dan dikenal sebagai ulama yang memiliki pengaruh besar di lingkaran politik Iran meski jarang tampil di publik.

Pemilihannya dilakukan oleh Majelis Ahli Iran, lembaga beranggotakan para ulama yang memiliki kewenangan konstitusional untuk menentukan pemimpin tertinggi negara. Dengan penunjukan ini, Mojtaba menjadi pemimpin tertinggi Iran berikutnya sejak Revolusi Islam 1979.

Perang di Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Penunjukan pemimpin baru Iran terjadi ketika konflik di Timur Tengah sedang memanas. Perang yang melibatkan Iran dengan kekuatan lain di kawasan telah berlangsung selama sekitar satu minggu dan mulai berdampak pada pasar energi global.

Gangguan terhadap pasokan minyak dari kawasan tersebut membuat harga minyak mentah dunia melonjak tajam. Harga minyak bahkan dilaporkan melampaui 100 dolar AS per barel dan sempat mendekati angka 120 dolar, yang merupakan salah satu lonjakan terbesar dalam satu hari sejak tahun 2020.

Lonjakan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap terganggunya distribusi minyak global. Ketika konflik di Timur Tengah meningkat, aliran minyak dari wilayah tersebut menjadi tidak stabil sehingga memicu reaksi besar dari pasar energi internasional.

Gangguan Distribusi Minyak Global Jadi Kekhawatiran Pasar

Kenaikan harga minyak tersebut juga dipengaruhi oleh masalah distribusi energi yang semakin terganggu akibat konflik. Jalur logistik minyak dari kawasan Timur Tengah merupakan salah satu sumber utama pasokan energi dunia.

Para analis memperingatkan bahwa jika harga minyak terus berada di atas 100 dolar per barel, dampaknya dapat memicu tekanan inflasi dan mengguncang pasar keuangan global. Hal ini membuat banyak investor dan pelaku pasar mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan krisis energi.

Selain itu, gangguan distribusi minyak juga membuat pasar saham di kawasan Asia mengalami penurunan karena meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE