Miris! Penahanan Warga Palestina oleh Israel Tembus 3.600 Orang
JAKARTA, GENVOICE.ID - Jumlah warga Palestina yang ditahan Israel tembus 3.600 orang, situasi makin memprihatinkan dan memicu keprihatinan dunia.
Kabar memilukan kembali datang dari Palestina. Jumlah warga Palestina yang ditahan oleh Israel terus meningkat dan kini sudah menembus angka lebih dari 3.600 orang.
Angka ini menunjukkan betapa situasi di wilayah tersebut makin memanas dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Dilansir dari Al Jazeera, Senin (7/7/2025), jumlah tahanan ini kini sudah menembus lebih dari 3.600 orang. Kondisi ini disebut sangat berbahaya dan memprihatinkan.
Mayoritas warga Palestina tersebut ditangkap dengan sistem yang disebut penahanan administratif.
Jadi, mereka bisa dipenjara selama enam bulan tanpa dakwaan atau sidang, lalu masa tahanannya bisa diperpanjang terus-menerus tanpa batas waktu.
Artinya, mereka bisa ditahan selama yang diinginkan tanpa pernah tahu kapan bisa bebas.
Situasi ini jelas menimbulkan kekhawatiran banyak pihak karena menyangkut hak asasi manusia dan keadilan bagi para tahanan yang sebagian besar bahkan tidak pernah menjalani proses hukum yang layak.
Miris! Mantan Tahanan Palestina Ungkap Pelecehan Seksual di Penjara Israel
Kabar memilukan datang dari para mantan tahanan Palestina yang mengaku mengalami pelecehan seksual di penjara Israel.
Salah satunya Said Abdel Fattah, yang bersaksi di PBB bahwa ia dipermalukan, ditelanjangi saat cuaca dingin, dipukul, hingga diancam diperkosa selama dua bulan ditahan.
"Saya dipermalukan dan disiksa," jelas Fattah dilansir melalui Al-Jazeera pada Rabu (12/3).
Cerita serupa juga disampaikan Mohamed Matar, yang mengaku disiksa berjam-jam tanpa ada bantuan meski sudah luka-luka.
Kasus ini makin disorot sejak video CCTV yang bocor pada Agustus 2024 memperlihatkan tentara Israel di pangkalan Sde Teiman melakukan pelecehan terhadap tahanan Palestina.
Video itu bikin heboh hingga Amerika Serikat ikut mendesak Israel menyelidiki kasus tersebut.
Pelecehan dan kekerasan ini jadi bukti bahwa warga Palestina masih terus jadi korban, bahkan di balik jeruji penjara.
Semoga kasus-kasus pelanggaran ini bisa segera diusut tuntas dan tidak ada lagi korban yang harus mengalami kekerasan maupun pelecehan, ya, Gen.
Dunia internasional pun diharapkan bisa terus bersuara agar keadilan bisa ditegakkan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!