JAKARTA, GENVOICE.ID - Fenomena jalan berlubang yang marak terjadi di berbagai sudut Jakarta belakangan ini ternyata bukan sekadar persoalan kualitas aspal.
Intensitas curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem disebut menjadi faktor utama yang mempercepat kerusakan jalan.
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menjelaskan bahwa kemunculan lubang secara masif memang kerap terjadi saat musim hujan.
Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem sangat memengaruhi struktur jalan, terutama jenis perkerasan lentur atau aspal. Genangan air yang bertahan lama memungkinkan air meresap melalui retakan kecil maupun pori-pori permukaan, bahkan pada jalan yang sebelumnya sudah ditambal.
Air yang masuk ke dalam lapisan struktur menyebabkan pondasi jalan menjadi jenuh. Ketika pondasi melemah, daya dukung menurun dan kerusakan lebih mudah terjadi. Ia menegaskan, persoalan bukan semata-mata terletak pada kualitas aspal, tetapi juga kondisi pondasi yang telah jenuh air serta sistem drainase yang membutuhkan pembersihan dari sedimen agar aliran tetap lancar.
Terkait perbaikan yang kerap dilakukan saat hujan, Wenny menyebut langkah tersebut bersifat darurat demi menjaga keselamatan pengguna jalan. Pengaplikasian aspal panas atau hotmix pada permukaan yang masih basah memang tidak menghasilkan daya rekat optimal, sehingga berpotensi kembali rusak.
Sebagai solusi cepat, petugas menggunakan aspal instan atau cold mix yang bisa diaplikasikan dalam kondisi lembap untuk menutup lubang secepat mungkin. Penanganan ini dilakukan agar kerusakan tidak meluas dan risiko kecelakaan dapat ditekan.
Dalam penanganannya, Dinas Bina Marga rutin melakukan patroli wilayah untuk memantau kondisi jalan. Jika ditemukan kerusakan, Satuan Petugas Pasukan Kuning Bina Marga langsung melakukan perbaikan. Selain itu, laporan masyarakat melalui posko aduan maupun kanal resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menjadi prioritas tindak lanjut.
Sebagai langkah preventif, imbauan keselamatan telah dipasang di sejumlah titik rawan di lima kota administrasi Jakarta. Informasi tersebut juga ditayangkan melalui videotron di jembatan penyeberangan orang milik dinas guna meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan.
Data terbaru mencatat, sejak awal musim hujan hingga 8 Februari 2026, sebanyak 11.228 titik jalan berlubang telah diperbaiki di lima wilayah administrasi Jakarta. Angka tersebut masih berpotensi bertambah karena pekerjaan di lapangan terus berjalan.
Perbaikan permanen akan dilakukan lebih optimal ketika kondisi cuaca sudah mendukung. Pemerintah pun disebut terus mengoptimalkan anggaran pemeliharaan berkala berdasarkan skala prioritas.
Lonjakan ribuan titik kerusakan ini menunjukkan betapa cuaca ekstrem memberi dampak nyata terhadap infrastruktur perkotaan, sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola jalan di ibu kota.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!