Kronologi Malam Terakhir Arya Daru: Belanja Baju Tugas ke Helsinki Sebelum Meninggal!
Belanja Baju di Mal, Video Call Istri, Hingga Antre Taksi Jadi Momen Terakhir Arya Daru Sebelum Ditemukan Tak Bernyawa
JAKARTA, GENVOICE.ID - Detik-detik terakhir diplomat Arya Daru Pangayunan sebelum ditemukan meninggal di kos: sempat belanja baju untuk tugas Helsinki dan video call istri.
Kabar meninggalnya diplomat Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan (39), di kamar kos benar?benar bikin publik kaget. Soalnya, menurut keluarga, Arya justru lagi menyiapkan segala hal buat penugasan diplomatik ke Helsinki, Finlandia akhir bulan ini.
Semua perlengkapan sudah hampir beres, bahkan sampai urusan baju kerja dan dasi cadangan pun dilengkapi pada menit terakhir. Kronologi malam terakhirnya pun ikut terkuak dari kesaksian keluarga.
Menurut penuturan Meta Bagus, kakak ipar Arya yang ditemui di Banguntapan, Kabupaten Bantul, Selasa (15 Juli 2025), Arya pada Senin malam, 7 Juli 2025, masih kelihatan sibuk belanja pakaian di mal, disebut GI (diduga Grand Indonesia) karena sebagian barangnya sudah dipacking dalam koper penugasan.
Sambil keliling toko, Arya sempat video call istrinya, Meta Ayu Puspitantri.
"Waktu belanja itu yang seingat saya dari ceritanya Pita, itu Daru masih video call ngasih lihat ini bagus nggak celananya, bajunya pas nggak, gitu?" sebut dari dengan suasana pada saat itu yang disebut normal, nggak ada tanda mencurigakan.
Sekitar pukul 21.00 WIB, Arya memberi kabar lagi: dia antre taksi untuk balik ke kos. Di momen itulah ia sempat nyeletuk ke istrinya.
"Wah enak ya kalau masih ada mobil gitu, bisa langsung pulang nggak perlu antre taksi," katanya.
Candaan pahit? Mungkin. Soalnya semua kendaraan keluarga, termasuk mobil Arya, sudah dijual karena rencana tinggal di Finlandia yang bisa makan waktu bertahun?tahun. Daripada mobilnya nganggur di Yogya, mending dilepas.
Kata keluarga, persiapan pindah luar negeri sudah hampir 100%. Beda dengan penugasan dulu ke Timor Leste yang harus LDR duluan, kali ini Arya Daru, istri, dan dua anaknya akan langsung berangkat bareng.
Bahkan anak-anak sudah keluar dari sekolah di Yogyakarta untuk pindah pendidikan ke Finlandia. Durasi tugas? "Setahu saya panjang, sekitar empat tahun," ujar Bagus.
Kini, setelah kabar duka itu pecah, keluarga berharap publik dan media memberi ruang, sambil mendorong kepolisian mengusut tuntas penyebab kematian Arya Daru di kos. Mereka menyerahkan sepenuhnya proses ke aparat, yang penting, transparan dan terang benderang.
Kasus meninggalnya diplomat Arya Daru Pangayunan yang sedang bersiap bertugas ke Helsinki, Finlandia, masih jadi sorotan publik. Pihak keluarga berharap polisi segera mengungkap penyebab kematian secara transparan.
Simak terus update berita terbaru seputar diplomat Indonesia, penugasan luar negeri, dan kasus Arya Daru Pangayunan hanya di sini!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!