UGM Berduka, Arya Daru Pangayunan Dikenang Sebagai Sosok Diplomat yang Cemerlang
JAKARTA, GENVOICE.ID - Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Arya Daru Pangayunan, alumni HI angkatan 2005 yang juga bertugas sebagai diplomat di Kementerian Luar Negeri RI. Arya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di tempat tinggalnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Ketua Departemen HI UGM, Nur Rachmat Yuliantoro, mengenang Arya sebagai pribadi yang berintegritas tinggi dan berdedikasi dalam menjalankan tugas kenegaraan. "Beliau adalah kebanggaan keluarga besar HI UGM. Kami semua sangat kehilangan," ujarnya di Yogyakarta, dilansir dari Metro TV, Rabu (9/7).
Nur Rachmat juga menyoroti bahwa kepergian Arya mengejutkan banyak pihak, mengingat rekam jejaknya yang positif dan kariernya yang terus menanjak di Kemenlu. "Almarhum adalah salah satu alumni terbaik kami. Kepergiannya sangat menyayat hati," ujarnya dalam siaran pers Humas UGM.
Ia menegaskan bahwa karena kematian Arya menimbulkan tanda tanya besar, maka diperlukan penyelidikan yang menyeluruh agar kebenaran dapat terungkap. Menurutnya, pengusutan ini adalah bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi warganya.
Sebelumnya diberitakan, Arya Daru Pangayunan ditemukan dalam kondisi tidak wajar di kamar indekosnya di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7). Menurut keterangan saksi, almarhum ditemukan di atas tempat tidur, kepala tertutup lakban kuning dan dibalut selimut biru tua.
Arya dikenal sebagai Aparatur Sipil Negara di Kementerian Luar Negeri dan memiliki rekam jejak sebagai diplomat yang aktif di berbagai penugasan luar negeri. Kepergiannya menjadi kehilangan besar, tak hanya bagi keluarga dan rekan sejawat, tapi juga bagi institusi pendidikan yang turut membentuknya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!