JAKARTA, GENVOICE.ID - Fenomena benda bercahaya yang melintas di langit Lampung pada Sabtu (4/4/2026) malam menjadi perbincangan luas setelah video penampakannya viral di media sosial.
Cahaya terang dengan ekor panjang itu sempat memicu berbagai spekulasi di kalangan warga.
Sejumlah warga mengaku terkejut melihat fenomena tersebut. Ruslan (44) mengira benda itu adalah komet, sementara warga lain, Yani (38), bahkan menduga cahaya tersebut menyerupai rudal karena bentuk dan lintasannya.
Namun, penjelasan ilmiah kemudian disampaikan oleh Institut Teknologi Sumatera melalui Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL). Kepala OAIL, Annisa Novia Indra Putri, memastikan bahwa fenomena tersebut bukan berasal dari komet maupun meteor.
Menurut Annisa, benda bercahaya itu kemungkinan besar merupakan sampah antariksa, yakni sisa tubuh roket atau satelit dari China yang kembali memasuki atmosfer Bumi. Ia menjelaskan bahwa karakteristik gerakan, lintasan, hingga pecahan yang terlihat dalam video tidak sesuai dengan ciri-ciri komet.
Selain itu, kecepatan benda yang tampak relatif lebih lambat juga menjadi indikator bahwa objek tersebut bukan komet. Dalam kondisi normal, komet memiliki pergerakan yang berbeda dan tidak mudah terpecah seperti yang terlihat dalam rekaman warga.
Fenomena jatuhnya sampah antariksa sendiri bukan hal baru. Peneliti dari Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaludin, menjelaskan bahwa objek buatan manusia di orbit rendah Bumi secara bertahap akan kehilangan ketinggian akibat hambatan atmosfer.
Ketika memasuki atmosfer, benda tersebut mengalami gesekan yang menyebabkan suhu meningkat drastis hingga terbakar. Proses ini menghasilkan cahaya terang yang terlihat dari permukaan Bumi, sehingga kerap disalahartikan sebagai meteor.
Meski terlihat mirip, perbedaan utama antara meteor dan sampah antariksa terletak pada asal-usulnya. Meteor merupakan fenomena alami dari luar angkasa, sementara sampah antariksa adalah limbah buatan manusia yang kembali jatuh ke Bumi.
Fenomena di Lampung ini menjadi pengingat bahwa aktivitas manusia di luar angkasa juga meninggalkan jejak yang suatu saat dapat kembali ke atmosfer dan terlihat dari Bumi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!