Intip Harta Kekayaan Ariyo Windutomo, Jenderal TNI Pengganti Listyo Sigit di KSP, Tembus Rp9,29 Miliar!
Ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Plt Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Letjen TNI Ariyo Windutomo memiliki kekayaan bersih Rp9,29 miliar berdasarkan laporan LHKPN per 31 Desember 2025. Asetnya meliputi tanah, bangunan, kendaraan mewah, hingga kas miliaran rupiah.
JAKARTA, GENVOICE.ID - Letnan Jenderal (Letjen) TNI Ariyo Windutomo kini menjadi salah satu pejabat yang mendapat perhatian publik setelah ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Selain perjalanan karier militernya, harta kekayaan Ariyo yang dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menarik untuk dicermati.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2025, total kekayaan bersih Ariyo tercatat mencapai Rp9.295.820.000 atau sekitar Rp9,29 miliar. Angka tersebut merupakan hasil pengurangan total aset yang dimilikinya dengan kewajiban utang.
Penunjukan Ariyo sebagai Plt Kepala KSP diumumkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/11/2026). Ia dipercaya mengisi sementara posisi yang sebelumnya dijabat Listyo Sigit Prabowo.
"Untuk selanjutnya Bapak Presiden menunjuk Plt untuk mengisi kekosongan tersebut, untuk sementara beliau menunjuk Letjen Ariyo Windutomo untuk menjabat sebagai Plt KSP," kata Prasetyo.
Total Kekayaan Ariyo Windutomo Capai Rp9,29 Miliar
Dalam laporan LHKPN yang disampaikan, Ariyo mencatatkan total aset sebesar Rp10.315.820.000. Namun, ia juga memiliki kewajiban berupa utang yang nilainya mencapai Rp1.020.000.000.
Setelah dikurangi seluruh kewajiban tersebut, kekayaan bersih Ariyo berada di angka Rp9.295.820.000. Rincian tersebut memperlihatkan sejumlah kategori aset, mulai dari properti, kendaraan, kas dan setara kas, hingga surat berharga.
Punya Tiga Aset Tanah dan Bangunan Senilai Rp4,87 Miliar
Salah satu komponen terbesar dalam kekayaan Ariyo berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan. Dalam LHKPN, ia mencatatkan tiga aset properti dengan nilai keseluruhan mencapai Rp4.878.320.000.
Aset pertama berupa tanah dan bangunan seluas 280 meter persegi dengan luas bangunan 78 meter persegi yang berlokasi di Kabupaten Kuningan. Properti yang tercatat sebagai hasil sendiri tersebut memiliki nilai Rp210 juta.
Aset berikutnya berupa tanah seluas 198 meter persegi dengan bangunan seluas 290 meter persegi di Kabupaten Bandung. Properti tersebut juga dilaporkan sebagai hasil sendiri dengan nilai mencapai Rp2,5 miliar.
Sementara itu, aset ketiga berupa tanah seluas 394 meter persegi yang berlokasi di Kabupaten Bogor. Tanah yang tercatat sebagai hasil sendiri tersebut memiliki nilai Rp2.168.320.000.
Jika dijumlahkan, ketiga properti tersebut menyumbang hampir Rp4,9 miliar dari keseluruhan aset yang dilaporkan Ariyo. Nilai tersebut menjadi salah satu bagian terbesar dalam komposisi kekayaan Plt Kepala KSP tersebut.
Koleksi Tiga Kendaraan Bernilai Rp1,23 Miliar
Selain memiliki sejumlah aset properti, Ariyo juga melaporkan kepemilikan tiga kendaraan dengan nilai keseluruhan sekitar Rp1,23 miliar. Ketiga kendaraan tersebut tercatat sebagai hasil sendiri dalam laporan kekayaannya.
Kendaraan dengan nilai tertinggi adalah Mercedes-Benz G-280 CDI RHD 2.8L AT keluaran 2009 yang ditaksir mencapai Rp600 juta. Mobil tersebut menjadi kendaraan dengan nilai paling besar di antara koleksi yang dilaporkan.
Selanjutnya, terdapat Hyundai Ioniq 5 tahun 2023 dengan nilai sekitar Rp450 juta. Kendaraan lainnya adalah Land Rover Defender keluaran 1987 yang tercatat memiliki nilai Rp180 juta.
Jika digabungkan, ketiga kendaraan tersebut memiliki nilai mencapai Rp1,23 miliar. Koleksi itu menjadi salah satu komponen kekayaan bergerak yang tercatat dalam laporan LHKPN Ariyo.
Kas dan Setara Kas Ariyo Tembus Rp2,1 Miliar
Komponen lain yang cukup besar dalam laporan kekayaan Ariyo adalah kas dan setara kas. Nilainya tercatat mencapai Rp2,1 miliar berdasarkan laporan harta kekayaan per akhir 2025.
Selain uang tunai dan simpanan, Ariyo juga melaporkan kepemilikan harta bergerak lainnya senilai Rp1.827.500.000. Sementara itu, surat berharga yang dimilikinya tercatat bernilai Rp80 juta.
Ia juga memiliki kategori harta lainnya dengan nilai mencapai Rp200 juta. Seluruh komponen tersebut menjadi bagian dari total aset yang dilaporkan kepada KPK.
Di sisi lain, kewajiban utang Ariyo tercatat sebesar Rp1,02 miliar. Setelah dikurangi utang tersebut, total kekayaan bersihnya mencapai sekitar Rp9,29 miliar.
Profil Ariyo Windutomo, Lulusan Akmil 1996
Ariyo Windutomo merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1996. Ia merupakan rekan satu angkatan dengan Mayjen TNI Deddy Suryadi yang menjabat sebagai Panglima Kodam IV/Diponegoro.
Sepanjang perjalanan kariernya, Ariyo pernah menduduki berbagai jabatan strategis di lingkungan TNI AD dan Kementerian Pertahanan. Pengalamannya mencakup bidang kepegawaian, administrasi, serta pengawasan di sejumlah institusi pemerintahan.
Ia pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Kepegawaian Kementerian Pertahanan. Kariernya kemudian berlanjut dengan menduduki posisi Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan.
Selain itu, Ariyo juga pernah dipercaya sebagai Kepala Satuan Pengawas (Kasatwas) Universitas Pertahanan. Pengalaman tersebut menambah rekam jejaknya dalam bidang pengelolaan dan pengawasan organisasi.
Sejak November 2024, Ariyo mengemban tugas sebagai Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres). Jabatan tersebut membuatnya telah berada di lingkungan Istana sebelum mendapatkan penugasan tambahan sebagai Plt Kepala KSP.
Kini, Ariyo dipercaya Presiden Prabowo untuk sementara memimpin Kantor Staf Kepresidenan menggantikan Listyo Sigit Prabowo. Di tengah penunjukan tersebut, laporan kekayaan bersih sebesar Rp9,29 miliar menjadi salah satu informasi mengenai profil pejabat yang kini mengemban tugas strategis di lingkungan Istana.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!