Aparat TNI Diduga Tembak Ibu Hamil di Intan Jaya, TPNPB Minta Investigasi Independen
JAKARTA, GENVOICE.ID - Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB mengklaim seorang ibu hamil bernama Melkiana Duwitau meninggal dunia akibat penembakan yang diduga dilakukan aparat TNI di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Kamis (2/7) malam.
Dalam keterangan yang disampaikan juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, insiden itu disebut terjadi sekitar pukul 19.00 hingga 20.00 WIT setelah terdengar suara tembakan di pusat Kota Sugapa.
Menurut klaim TPNPB, korban yang sedang mengandung tujuh bulan berada di dalam rumahnya saat peluru diduga menembus bangunan dan mengenainya. Rumah korban disebut berjarak sekitar 50 meter dari sebuah pos militer.
Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Sugapa untuk mendapatkan penanganan medis. TPNPB menyebut bayi yang berada dalam kandungan Melkiana berhasil diselamatkan melalui tindakan medis, meski sang ibu dinyatakan meninggal dunia.
Selain insiden tersebut, TPNPB juga mengklaim terdengar suara tembakan dari arah Kampung Wandoga, Distrik Sugapa Kota, Kabupaten Intan Jaya, pada waktu yang hampir bersamaan.
Melalui pernyataannya, TPNPB mendesak Presiden Prabowo Subianto dan jajaran TNI agar memindahkan pos-pos militer yang berada di sekitar permukiman warga sipil di pusat Kota Sugapa. Menurut mereka, langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko jatuhnya korban sipil ketika terjadi kontak senjata antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata di wilayah tersebut.
TPNPB juga meminta lembaga hak asasi manusia, baik nasional maupun internasional, untuk melakukan investigasi secara independen dan transparan terkait insiden yang menyebabkan meninggalnya Melkiana Duwitau.
Hingga artikel ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari TNI maupun aparat berwenang mengenai klaim yang disampaikan TPNPB. Informasi mengenai kronologi kejadian dan dugaan pelaku masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak terkait.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!