Prabowo Sampaikan Duka atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI dalam Misi Perdamaian di Lebanon
JAKARTA, GENVOICE.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tengah menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah.
Ketiga prajurit tersebut adalah Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadon. Mereka gugur saat bertugas dalam misi perdamaian dunia di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.
Melalui pernyataan resminya, Prabowo menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan serta memberikan penghormatan atas dedikasi para prajurit. Ia menegaskan bahwa pengabdian mereka merupakan wujud keberanian dan komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
"Innalillahi wa innailaihi rajiun, turut berduka cita atas gugurnya para prajurit saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah," demikian pernyataan Presiden.
Pemerintah Indonesia juga memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas jasa dan pengorbanan ketiga prajurit tersebut yang telah menjalankan tugas mulia demi membawa nama baik bangsa di kancah internasional.
Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mendesak dilakukannya penyelidikan menyeluruh terkait serangkaian serangan yang terjadi di Lebanon. Serangan tersebut menyebabkan gugurnya personel penjaga perdamaian Indonesia dalam dua hari berturut-turut.
Indonesia menekankan pentingnya proses investigasi yang cepat, transparan, dan komprehensif guna mengungkap fakta serta menetapkan pihak yang bertanggung jawab. Pemerintah juga menegaskan bahwa akuntabilitas penuh harus ditegakkan atas insiden tersebut.
Dua insiden tragis itu mencerminkan memburuknya situasi keamanan di Lebanon. Dalam kejadian terbaru, dua prajurit Indonesia gugur akibat serangan di dekat Bani Hayyan, hanya sehari setelah Praka Farizal Rhomadon meninggal dunia akibat serangan artileri di wilayah Adchit Al Qusayr.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut, yang melibatkan Israel dan kelompok bersenjata setempat.
Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa serangan terhadap personel penjaga perdamaian merupakan tindakan yang tidak dapat diterima. Selain itu, Indonesia juga menyerukan semua pihak untuk menghormati hukum internasional serta menjamin keselamatan pasukan perdamaian yang bertugas di wilayah konflik.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!