Beri Saran Menohok di Forum Internal Polri, Mahfud MD: Hati-hati Kalau Sedang Memimpin
JAKARTA, Genvoice.id - Mantan Menkopolhukam sekaligus tokoh hukum nasional, Mahfud MD, menyampaikan kritik tajam saat hadir dalam forum internal Polri. Dalam pertemuan yang diikuti jajaran kepolisian dari pusat hingga daerah itu, Mahfud mengingatkan agar Polri berhati-hati dalam menggunakan kewenangan, karena kekuasaan tanpa integritas bisa merusak institusi dari dalam.
Mahfud menegaskan bahwa persoalan utama Polri saat ini bukan pada aspek pelayanan publik, melainkan pada penegakan hukum. Ia menyebut terdapat 27 masalah yang selama ini membebani institusi, mulai dari praktik pemerasan, penganiayaan, penyalahgunaan kewenangan, kasus narkoba di internal, hingga promosi jabatan yang kerap dipengaruhi kedekatan personal.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut sudah diakui secara internal dan menjadi titik paling lemah dalam fungsi kepolisian. Mahfud menilai, reformasi harus dilakukan bukan hanya pada struktur, tetapi juga pada budaya kerja dan mentalitas anggotanya.
Dalam forum tersebut, Mahfud meminta Polri kembali ke jati diri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai dasar seperti Tri Brata dan Catur Prasetya yang selama ini menjadi pedoman moral polisi.
"Jika nilai ini dijalankan dengan sungguh-sungguh, kepercayaan publik akan pulih," ujarnya.
Mahfud kemudian memberikan peringatan tegas, kekuasaan harus dijalankan dengan penuh kesadaran moral. Ia menyoroti potensi penyalahgunaan wewenang yang dapat terjadi dalam institusi mana pun, termasuk Polri. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran berhati-hati dalam menjalankan tugas.
"Hati-hati kalau sedang berkuasa. Integritas itu kunci," tegasnya.
Peringatan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap kinerja Polri, terutama setelah beberapa kasus yang melibatkan oknum anggota mencuat dalam beberapa bulan terakhir. Mahfud menyebut, kritik dari masyarakat bukan untuk menjatuhkan, melainkan dorongan agar Polri melakukan pembenahan lebih serius.
Mahfud menegaskan bahwa reformasi Polri adalah kebutuhan mendesak agar lembaga ini kembali dipercaya publik.
"Kalau Polri gagal memperbaiki diri, hukum tidak akan berjalan. Masyarakat tidak akan percaya," ujarnya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!