Geger! Cucu Mahfud MD Ikut Keracunan Massal MBG di Yogyakarta, Dirawat 4 Hari di RS
Kronologi Dua Cucu Mahfud MD Keracunan Massal MBG di Sekolah Yogyakarta
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar mengejutkan datang dari Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, yang mengungkap pengalaman pahit keluarganya terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang mana dua cucunya turut menjadi korban keracunan massal program ini!
Melalui kanal YouTube pribadinya, Mahfud membenarkan bahwa dua cucunya di Yogyakarta menjadi korban keracunan massal usai menyantap menu dari program tersebut.
Insiden yang mengharuskan salah satu cucunya dirawat 4 hari di RS ini membuat Mahfud mendesak pemerintah untuk serius mengevaluasi tata kelola MBG, menegaskan bahwa ini "menyangkut nyawa", bukan sekadar angka statistik kecil.
Pengakuan ini ia sampaikan blak-blakan melalui YouTube pribadinya, Terus Terang Mahfud MD, pada Selasa (30/9/2025). "Cucu saya juga keracunan. Ya, MBG di Yogyakarta," kata Mahfud, membenarkan insiden tersebut.
Kronologi Keracunan: Dari Sekolah ke Rumah Sakit
Insiden ini terjadi saat jam makan siang di sekolah kedua cucunya di Yogyakarta. Setelah menyantap menu MBG, petaka pun terjadi. Delapan siswa dalam satu kelas, termasuk salah satu cucu ponakan Mahfud, tiba-tiba muntah-muntah hebat dan menunjukkan gejala keracunan.
Kedelapan siswa, termasuk dua cucu Mahfud, segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Setelah perawatan awal, tujuh siswa, termasuk cucu tertua Mahfud, diperbolehkan pulang dan dirawat di rumah setelah satu hari.
Namun, kondisi berbeda dialami cucunya yang lain. Anak ini harus menjalani rawat inap intensif di rumah sakit selama empat hari penuh karena kondisinya lebih parah. Meskipun bersaudara, keduanya bersekolah di tempat yang sama, tapi beda kelas.
"Ini Menyangkut Nyawa, Bukan Angka Statistik!"
Mahfud MD juga menyoroti tajam respons Presiden Prabowo Subianto yang menyebut kasus keracunan MBG ini sangat kecil, hanya 0,0017%.
Bagi Mahfud, persoalan nyawa dan kesehatan anak-anak tidak bisa direduksi menjadi sekadar angka statistik. Ia membandingkannya dengan kecelakaan pesawat: meski persentasenya sangat kecil, semua orang akan ribut karena itu menyangkut keselamatan jiwa.
"Ini bukan persoalan angka.Ini harus diteliti lagi apa masalahnya," tegas Mahfud, mendesak pemerintah agar tidak menganggap remeh setiap kasus keracunan dan segera melakukan evaluasi mendalam terhadap tata kelola program MBG.
Semoga cucu dan semua korban keracunan lainnya lekas pulih, Gen. Kasus ini jelas jadi pengingat betapa pentingnya kualitas dan pengawasan makanan bagi anak-anak!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!