KTT G-20 di Johannesburg Dipastikan Tanpa Kehadiran Amerika Serikat
JAKARTA, Genvoice.id - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Johannesburg, Afrika Selatan, dipastikan berlangsung tanpa kehadiran pejabat tinggi Amerika Serikat. Presiden Donald Trump menyatakan tidak akan mengirim perwakilan resmi, menyusul kebijakan diplomatik yang semakin tegang antara Washington dan Pretoria.
Alasan AS Mundur dari G-20 Johannesburg
Trump menyebut keputusan ini sebagai respons terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Afrika Selatan. Dia mengklaim bahwa petani kulit putih (Afrikaner) menghadapi penindasan dan penyitaan tanah secara ilegal oleh pemerintah lokal.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio lebih dahulu menyatakan akan menolak kehadiran di KTT G-20 karena menilai agenda Afrika Selatan terlalu fokus pada isu "solidaritas, kesetaraan, dan keberlanjutan" - yang menurutnya berbaur dengan kebijakan DEI (Diversity, Equity & Inclusion) dan perubahan iklim.
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyebut keputusan AS sebagai "kerugian mereka sendiri." Ia menegaskan bahwa pertemuan G-20 akan tetap berlangsung tanpa kehadiran AS.
Sementara itu, Menteri Presiden Khumbudzo Ntshavheni menilai absennya AS justru membuka ruang lebih besar untuk menciptakan konsensus di antara negara-negara G-20 lainnya.
Meski begitu, penyelenggara K-20 menyatakan komitmen penuh untuk meneruskan agenda kerja sama global, dengan 18 negara anggota G-20 yang akan hadir serta lembaga internasional utama.
KTT G-20 di Johannesburg dirancang untuk menyoroti isu-isu utama seperti pembangunan berkelanjutan, keadilan iklim, dan pemberdayaan negara-negara Global South. Tanpa AS, beberapa analisis menyebut peran negara Afrika dan Asia bakal semakin menonjol dalam negosiasi
Namun, absennya perwakilan AS juga menimbulkan pertanyaan tentang masa depan presiden G-20. Amerika Serikat dijadwalkan menjadi tuan rumah KTT berikutnya pada 2026.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!