Pangkalan Militer Utama Venezuela Diguncang Ledakan, Jet Tempur AS Diduga Terlibat

Pangkalan Militer Utama Venezuela Diguncang Ledakan, Jet Tempur AS Diduga Terlibat
Ilustrasi Jet Tempur Amerika Serikat - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Situasi di Venezuela kembali memanas setelah serangkaian ledakan terdengar di ibu kota Caracas pada Sabtu pagi waktu setempat.

Kepulan asap tebal membubung dari sebuah kawasan strategis yang dilaporkan berada di sekitar pangkalan militer terbesar Venezuela, Fortuna, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.

Rekaman video yang diperoleh Al Jazeera memperlihatkan bola api dan asap hitam keluar dari bangunan di dekat perairan Caracas. Sumber-sumber di lapangan melaporkan suara ledakan berulang yang mengguncang wilayah tersebut, disusul pemadaman listrik di sejumlah area. Kantor berita Associated Press bahkan mencatat sedikitnya tujuh ledakan disertai suara pesawat terbang rendah yang melintas di atas ibu kota.

Laporan awal menyebutkan adanya dugaan keterlibatan jet tempur Amerika Serikat dalam serangan tersebut. Al Jazeera melaporkan bahwa sejumlah pesawat tempur AS terlihat terbang rendah sebelum ledakan terjadi di sekitar kompleks militer Fortuna, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pertahanan utama Venezuela.

Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai penyebab pasti ledakan tersebut. Al Jazeera juga mengangkat kemungkinan lain, yakni aksi sabotase internal yang melibatkan elemen militer Venezuela yang berupaya menggulingkan Presiden Nicolas Maduro. Ketidakpastian ini semakin memperkeruh situasi keamanan di negara Amerika Selatan tersebut.

Presiden Nicolas Maduro sendiri belum memberikan pernyataan tegas terkait dugaan serangan AS. Saat ditanya secara langsung apakah ia mengonfirmasi atau membantah keterlibatan Amerika Serikat, Maduro menyatakan bahwa hal itu "mungkin akan dibicarakan dalam beberapa hari ke depan." Pernyataan tersebut disampaikan di tengah sikapnya yang belakangan dinilai lebih lunak terhadap Washington, termasuk sinyal kesiapan Venezuela untuk bernegosiasi soal pemberantasan perdagangan narkoba.

Namun di sisi lain, Maduro kembali menuding Amerika Serikat berupaya menggulingkan pemerintahannya melalui tekanan militer dan sanksi ekonomi. Ia menilai pendekatan pemerintahan Presiden Donald Trump menunjukkan upaya "memaksakan kehendak" terhadap Venezuela dengan ancaman, intimidasi, dan kekerasan. Menurut Maduro, tujuan akhir dari tekanan tersebut adalah menguasai cadangan minyak Venezuela yang sangat besar.

Ketegangan ini juga tidak terlepas dari rangkaian operasi militer AS di kawasan Karibia dan Pasifik timur. Pada malam Tahun Baru, militer AS dilaporkan menyerang lima kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba, menewaskan sedikitnya lima orang. Pemerintahan Trump menyebutkan bahwa total serangan terhadap kapal-kapal di wilayah tersebut kini mencapai 35 insiden, dengan jumlah korban tewas sedikitnya 115 orang, termasuk warga Venezuela dan Kolombia.

Ledakan di Caracas menambah daftar panjang eskalasi konflik antara Washington dan Caracas. Di tengah spekulasi keterlibatan militer AS dan kemungkinan konflik internal Venezuela, situasi di negara tersebut masih terus dipantau ketat oleh komunitas internasional.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE