BNPB Catat 1.730 Bencana di Indonesia hingga September 2026, Lebih dari 111 Ribu Rumah Rusak

BNPB Catat 1.730 Bencana di Indonesia hingga September 2026, Lebih dari 111 Ribu Rumah Rusak
- (Dok. Kompaspedia).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.730 kejadian bencana terjadi di Indonesia sejak Januari hingga 7 September 2026. Ribuan peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan pada lebih dari 111 ribu rumah warga serta sejumlah fasilitas publik.

Sekretaris Utama BNPB Rustian mengatakan data tersebut mencakup berbagai jenis bencana, mulai dari bencana geologi hingga hidrometeorologi. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers pada Selasa, 8 September 2026.

"Sampai dengan tanggal 7 September 2026, tercatat sebanyak 1.730 kali," kata Rustian.

Dari jumlah tersebut, bencana geologi yang tercatat meliputi 13 kejadian gempa bumi dan tiga kali erupsi gunung api. Sementara itu, bencana hidrometeorologi menjadi jenis bencana yang paling banyak terjadi sepanjang periode tersebut.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tercatat sebanyak 627 kejadian, disusul banjir dengan 543 kejadian. Selanjutnya, BNPB mencatat 324 kejadian cuaca ekstrem, 105 tanah longsor, 101 kekeringan, serta 14 kejadian gelombang pasang dan abrasi.

Rustian juga menyebut seluruh 38 provinsi serta 514 kabupaten/kota di Indonesia berada dalam tingkat kerawanan bencana sedang hingga tinggi.

Dampak dari berbagai kejadian tersebut terlihat dari besarnya kerusakan pada bangunan dan fasilitas umum. BNPB mencatat sebanyak 111.533 rumah warga mengalami kerusakan.

Rinciannya, 29.143 rumah mengalami rusak berat, 24.521 rumah rusak sedang, dan 57.869 rumah lainnya mengalami rusak ringan.

Selain tempat tinggal warga, sejumlah fasilitas publik turut terdampak. Sebanyak 2.361 satuan pendidikan mengalami kerusakan, sementara rumah ibadah yang terdampak mencapai 867 unit.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas kesehatan. BNPB mencatat 230 fasilitas kesehatan, baik fasilitas kesehatan dasar maupun rujukan, mengalami kerusakan akibat bencana.

Adapun fasilitas lainnya yang terdampak mencakup 751 kantor dan 92 jembatan.

Di sisi penanganan bencana, BNPB memiliki anggaran tahun 2026 sebesar Rp1,055 triliun. Anggaran tersebut terdiri atas Rp490,96 miliar dan Rp564,17 miliar.

BNPB juga mengalokasikan dukungan untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk pembangunan kembali rumah warga yang rusak secara mandiri. Anggaran untuk kegiatan tersebut mencapai sekitar Rp26,89 miliar.

Dengan tambahan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut, total anggaran BNPB pada 2026 mencapai sekitar Rp1,082 triliun.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE