Daniel Olaniran Jadi Sorotan Usai Singgung Sepak Bola Indonesia, Ini Profil OlanTekkers
JAKARTA, GENVOICE.ID - Nama Daniel Olaniran tengah menjadi sorotan di kalangan netizen Indonesia setelah potongan video yang menampilkan komentarnya mengenai sepak bola Tanah Air beredar luas di media sosial. Sosok yang dikenal dengan nama OlanTekkers tersebut menjadi perhatian setelah membahas kegagalan Australia U-20 melaju ke putaran final Piala Asia U-20 2027.
Pernyataan tersebut muncul setelah Timnas Indonesia U-20 mengalahkan Australia U-20 dengan skor 2-0 pada pertandingan terakhir Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 di New Laos National Stadium, Vientiane, Laos, Minggu, 6 September 2026.
Kemenangan itu memastikan Indonesia finis sebagai juara Grup H dengan koleksi tujuh poin. Sementara Australia yang berstatus juara Piala Asia U-20 2025 justru harus mengakhiri perjalanan di fase kualifikasi.
Di tengah pembahasan mengenai hasil tersebut, potongan video podcast yang menampilkan Daniel Olaniran ikut viral. Dalam video itu, Olaniran membicarakan kekalahan Australia dan mencoba mengulas sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kesiapan Young Socceroos.
Ia menyinggung kemungkinan sejumlah klub tidak melepas pemain untuk memperkuat tim nasional karena pertandingan berlangsung pada periode pramusim. Menurutnya, kesempatan membela tim nasional juga menjadi bagian penting dalam proses perkembangan pemain muda Australia.
Namun, salah satu bagian komentarnya kemudian menuai reaksi keras dari netizen Indonesia. Olaniran terdengar mengucapkan pernyataan yang dianggap meremehkan pemahaman Indonesia mengenai sepak bola.
"Saya tidak ingin menjadi salah seorang tim yang tidak dihormati, tapi ayo. Ini Indonesia. Kalian tahu, mereka tidak tahu tentang sepak bola," ujar Olaniran dalam potongan video yang beredar.
Terlepas dari kontroversi tersebut, Daniel Olaniran bukan sosok baru di dunia olahraga. Ia merupakan content creator sekaligus pembawa acara olahraga asal Australia yang dikenal luas melalui nama OlanTekkers.
Olaniran membangun persona sebagai "failed footballer" atau pesepak bola yang gagal menembus karier profesional. Identitas tersebut menjadi bagian dari personal branding yang digunakan ketika dirinya mulai beralih dari pengalaman di lapangan ke dunia konten digital.
Konten OlanTekkers tidak hanya membahas sepak bola. Ia juga membuat materi mengenai berbagai cabang olahraga, hiburan, lifestyle, fashion, gaming, travel hingga podcast.
Salah satu format yang cukup melekat dengan Olaniran adalah wawancara langsung di ruang publik. Ia mendatangi orang-orang di berbagai tempat dan mengajak mereka berbincang mengenai topik tertentu untuk mendapatkan jawaban spontan.
Gaya tersebut membuat agensi Born Bred Talent menyebutnya sebagai "roaming reporter". Popularitas yang dibangunnya melalui media sosial juga membuat Olaniran bekerja sama dengan sejumlah merek besar, di antaranya Nike, UFC, Foot Locker dan Sportsbet.
Sebelum dikenal sebagai kreator konten, Olaniran juga memiliki pengalaman sebagai pesepak bola semiprofesional. Ia kemudian berkecimpung sebagai pelatih dan terlibat dalam aktivitas pembinaan pemain muda.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal dalam membangun konten olahraga yang dibuatnya. Pengetahuan mengenai sepak bola dipadukan dengan gaya komunikasi yang ringan dan pendekatan langsung kepada publik.
Menariknya, latar belakang pendidikan Olaniran justru berasal dari bidang psikologi. Ia merupakan lulusan Bachelor of Science in Psychology dari University of Mount Olive di North Carolina, Amerika Serikat.
Kariernya sebagai pembuat konten media sosial mulai berkembang sejak 2021. Seiring waktu, OlanTekkers memperluas cakupan kontennya dari sepak bola ke berbagai tema olahraga, hiburan dan gaya hidup.
Berdasarkan profil Born Bred Talent yang tersedia, akun TikTok OlanTekkers telah memiliki lebih dari 457 ribu pengikut, sedangkan Instagramnya diikuti lebih dari 112 ribu pengguna. Jumlah tersebut dapat berubah seiring perkembangan kedua akun.
Nama OlanTekkers kemudian kembali ramai diperbincangkan setelah Australia U-20 gagal lolos ke Piala Asia U-20 2027. Kekalahan dari Indonesia menjadi hasil yang menentukan bagi Young Socceroos.
Dalam pertandingan tersebut, Indonesia membuka keunggulan melalui Theodore Evan Leeming pada menit ke-28. Amar Rayhan Brkic kemudian menggandakan keunggulan Garuda Muda pada masa tambahan waktu, tepatnya menit ke-90+2.
Hasil tersebut membuat Indonesia mengakhiri fase kualifikasi di puncak Grup H dengan tujuh poin. Garuda Muda sekaligus memastikan tiket ke putaran final Piala Asia U-20 2027 di China dan mencatatkan penampilan ketiga secara beruntun di turnamen tersebut.
Sebaliknya, Australia hanya mengumpulkan empat poin dari tiga pertandingan dan finis di posisi ketiga. Sebelum menghadapi Indonesia, Australia sempat menang 2-0 atas Laos dan bermain imbang 2-2 melawan Malaysia.
Kegagalan tersebut menjadi sorotan karena Australia datang sebagai juara bertahan setelah memenangkan Piala Asia U-20 2025. Football Australia juga mengakui hasil tersebut berada di bawah standar dan ekspektasi yang ditetapkan.
Federasi sepak bola Australia menyatakan evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap berbagai aspek, termasuk persiapan tim, performa, jadwal AFC, ketersediaan pemain serta kondisi tim selama menjalani kualifikasi.
Sementara itu, nama Daniel Olaniran kini ikut terseret dalam perbincangan di media sosial Indonesia menyusul komentarnya mengenai sepak bola Tanah Air. Sosok yang selama ini dikenal lewat konten olahraga dan persona "failed footballer" tersebut mendapat perhatian luas setelah videonya viral.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!